Menggapai Logos Melalui Epistemologi Immanuel Kant

Refleksi Pertemuan Keduabelas

Bismillaahirrahmaanirraahiim

Pada pertemuan perkuliahan Filsafat Ilmu hari Rabu, 6 Desember 2017 pukul 11:10 WIB dilaksanakan di gedung Pascasarjana Lama. Saya sangat suka dengan pembahasan pada pertemuan ini dimana saya mempelajari sastra yang begitu tinggi dan mendalam maknanya. Sastra tersebut dipelopori oleh seorang filsuf bernama Immanuel Kant. Melalui sastra tersebut saya diajak untuk berkenalan dengan filsafat bahasa.

Ada beberapa gagasan Kant yang dapat saya terapkan dalam kehidupan terutama dalam upaya menggapai suatu ilmu pengetahuan. Kant menekankan bahwa pikiran merupakan hal yang sangat penting dan bermanfaat meski sulit untuk diketahui. Hal ini dikarenakan pikiran berasal dari gabungan antara logika dan pengalaman dimana logika akan terus berjalan tiada henti sedangkan pengalaman sifatnya terbatas. Dapat dikatakan bahwa sesuatu yang terbatas jika dipikirkan maka tiada terbatas. Inilah yang dinamakan dengan metafisik dan semuanya terjadi secara terus menerus layaknya infinite regress. Kant menekankan pada suatu pemahaman makna daripada berpikir mulai dari yang mungkin dan yang tidak mungkin.  

Kemudian, seseorang tidak dapat dikatakan memiliki pemikiran yang salah. Salah dan tidaknya sebuah pikiran hanya tergantung pada ruang dan waktunya. Di sini dapat terlihat bahwa betapa pentingnya segala pikiran, tindakan dan perasaan yang disesuaikan dengan ruang dan waktunya. Penting sekali menyadari bahwa manusia memiliki keterbatasan dalam pola berpikir. Inilah salah satu hakekat daripada manusia itu sendiri. Di sisi lain, Immanuel Kant tidak ingin memahami pikiran hanya dari keterbatasan berpikirnya manusia.

Kant memahami pikiran dengan mempelajari prinsip-prinsip yang ada. Prinsip tersebut antara lain prinsip identitas dan kontradiksi. Prinsip identitas atau tautologi dianalogikan layaknya A = A dan prinsip kontradiksi dianalogikan layaknya A ≠ A. Mengacu pada kedua prinsip tersebut, dapat terlihat bahwa pikiran manusia adanya pada prinsip kontradiksi sedangkan pada prinsip identitas ada pada Kuasa Tuhan. Kedua prinsip tersebut digunakan untuk memecahkan suatu masalah yang ada. Hal ini berarti bahwa manusia tidak dapat hanya mengandalkan satu prinsip saja untuk menyelesaikan suatu masalah.

Jika digunakan untuk pembangunan pengetahuan atau biasa disebut dengan epistemologi yang berjalan sama halnya seperti kontradiksi yang berjalan. Maka kesemuanya dijalankan dengan hermeneutika, tiada terputus bahkan dapat saling berinteraksi. Saat seseorang berada di perbatasan sekalipun ia juga akan mendapatkan suatu ilmu. Penting juga manusia berikhtiar atau memiliki seni dalam berpikir. Seni berpikir dapat pula dilakukan dengan berupaya untuk memiliki dorongan belajar sepanjang hidup. Setiap sesuatu dapat dipahami dan memberikan pembelajaran yang sangat berharga. Namun, untuk seni pemikiran yang mengarah pada sesuatu yang magic, Kant mengakui bahwa dirinya tidak mampu untuk memahami dan memaknai hal tersebut. Seni pemikiran ini biasa disebut dengan magical art.

Jika menilik kembali, dalam filsafat suatu hal dapat dilihat secara mendalam dan luas. Inilah salah satu tugas filsafat yang mana untuk mencari atau memberikan penjelasan tentang prinsip-prinsip berpikir walaupun terkadang penjelasan tersebut menjadi tidak bermakna. Dalam filsafat, tiada bermakna dapat berarti memiliki makna. Perlu ditegaskan bahwa setiap hal baik itu terkait dengan sesuatu yang ada dan yang mungkin ada jika dijelaskan secara filsafat maka dapat dijelaskan secara plural atau jamak.

Menurut saya pandangan Kant sangat menarik untuk dipelajari. Saya dapat menjadikan setiap hal dapat bermakna tentunya jika saya menyadari setiap prinsip-prinsipnya. Perlu saya tanamkan dalam diri bahwa dalam menggapai logos tiadalah dapat mengandalkan kemampuan dan ikhtiar diri sendiri namun juga melibatkan kehendak Tuhan. Saya semakin menyadari bahwa setiap ilmu yang saya gapai sejatinya ditujukan untuk mencari jalan menggapai rahmat dan berkah dari Tuhan dalam hidup saya. Semoga rasa syukur dan ikhtiar dalam hidup juga semakin meningkat. Salam sobat J 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Psikodiagnostik 1 # 13

Psikodiagnostik 1 # 6

Filsafat Dalam Lingkup Makro dan Mikro