Psikodiagnostik 1 # 13



Tes Individual 

Hai sobaat semuaa..

Pembahasan materi pada postingan kali ini mengenai tes individual. Apa sajakah yang dapat kita pelajari tentang tes individual tersebut?
Mari kita telusuri lebih mendalam lagi yah sobat!

Selamat membaca!

Berikut ini adalah penjelasan mengenai jenis-jenis tes yang termasuk ke dalam kategori tes individual.

1. Tes Bakat

Definisi Bakat

Menurut M. Ngalim Purwanto dalam bukunya Psikologi Pendidikan disebutkan bahwa kata bakat lebih dekat pengertiannya dengan kata aptitude yang berarti kecakapan pembawaan, yaitu yang mengenai kesanggupan-kesanggupan (potensi-potensi) tertentu. 

Dimensi-dimensi Bakat 

Dimensi-dimensi bakat (Guilford), yaitu:  
  • Dimensi Perseptual: kemampuan dalam melakukan persepsi/ kepekaan panca indera yang berhubungan dengan kepekaan penglihatan, pendengaran, kinestesi.  
  • Dimensi Psikomotor, meliputi 6 faktor: kekuatan, impuls, kecepatan gerak/ ketepatan, ketelitian (dinamis maupun statis), koordinasi dan keluwesan/ fleksibilitas. 
  • Dimensi Intelektual, meliputi faktor ingatan & faktor berpikir {kognisi, produksi (divergen & kovergen), & evaluasi}.
Dimensi-dimensi Bakat (Thurstone), yaitu:
  • Verbal (V): pemahaman akan hubungan kata, kosa kata, & penguasaan komunikasi lisan. 
  • Number (N): kecermatan & keceptan dalam penggunaa fungsi-fungsi hitung dasar. 
  • Spatial (S): kemampuan mengenali berbagai hubungan dalam bentuk visual. 
  • Word Fluency (W): kemampuan mencermati dengan cepat kata-kata tertentu. 
  • Memory (M): kemampuan mengingat gambar, pesan, angka, kata-kata, & bentuk pola-pola. 
  • Reasoning (R): kemampuan mengambil kesimpulan.

Tujuan Mengetahui Bakat

  • Diagnosis --> dengan mengetahui bakat yang dimiliki seseorang maka akan dipahami potensi yang ada pada seseorang. 
  • Prediksi --> untuk memprediksi kesuksesan atau kegagalan seseorang dalam bidang tertentu di masa yang akan datang.

Keterbatasan Tes Bakat

Adapun keterbatasan dari tes bakat diantaranya adalah:
  • Tes bakat hanya mengukur sampel perilaku yg ditunjukkan oleh sampel butir tes. 
  • Standarisasi tes tergantung pada keadaan sampel standarisasi. Dengan demikian perkembangan budaya & kemajuan teknologi akan mempengaruhi validitas tes. 
  • Reliabilitas tes jarang mempunyai koefisien reliabilitas sama dengan satu, berarti testing lebih dari satu kali pada satu individu yang sama tidak akan menunjukkan hasil yang sama persis. 
  • Dengan pengukuran bakat bukan berarti telah memahami kondisi psikologis seseorang secara komprehensif.

Macam-macam Tes Bakat

(1) Kelompok Baterai Tes.
  • Tes DAT. 
  • Tes FACT. 
  • Tes GATB.
(2) Kelompok Single Tes.
  • Tes Sensory. 
  • Tes Artistik. 
  • Tes Clerical. 
  • Tes Kreativitas. 
  • Tes Kraeplin/ Pauli.

2. Tes Inteligensi

Macam-macam Tes Inteligensi

Berikut ini adalah macam-macam tes inteligensi:
  • Tes inteligensi untuk anak-anak --> Tes Binet, WISC, WPPSI, CPM, CFIT skala 1 & 2, dan TIKI Dasar. 
  • Tes inteligensi untuk remaja-dewasa --> WAIS, SPM, APM, CFIT skala 3, TIKI Menengah, TIKI Tinggi, dan IST. 
  • Tes inteligensi untuk tuna rungu --> SON (Snijders Oomen Non Verbal Scale). 
  • Tes inteligensi untuk tuna netra.

(1) Tes Binet 
  • Tes Binet dipublikasikan pertama kali pada tahun 1905 di Paris, Perancis oleh Binet – Simon. 
  • Pertama menggunakan 30 soal yang disajikan secara urut. 
  • Revisi 1 (1916) di Stanford University Amerika Serikat oleh Terman (revisi yang paling terkenal). 
  • Revisi 2 (1937), bersama Merril, tes direvisi menjadi 2 bentuk, yaitu L & M. 
  • Revisi 3 (1960), menggabungkan bentuk L & M menjd L-M. 
  • Pada tahun 1972 restandardisasi tabel IQ. 
  • Revisi 4 (1986) oleh Thorndike dkk. 
  • Tes Binet yang digunakan di Indonesia: revisi ke 3 dari Terman & merril pada tahun 1960, yaitu Stanford Binet Intellegence Scale Form L-M. 
  • Hasil tes berupa IQ yang dapat dilihat pd tabel IQ atau dengan melihat perbandingan antara MA & CA.

(2) Tes Wechsler

Inteligensi: kumpulan/ keseluruhan kapasitas seseorang yang bertindak untuk tujuan tertentu, berpikir secara rasional, menghadapai lingkungan dengan efektif (David Wechsler).

Pertama kali menyusun tes inteligensi “Wechsler Bellevue Intelligence Scale Test” (W-B) dalam bentuk paralel I & II dipublikasikan tahun 1939. W-B I direvisi menjadi Wechsler Adult Intelligence Scale (WAIS) tahun 1955. Pada tahun 1981, direvisi lagi menjadi WAIS-R. Setelah itu, pada tahun 1949 karena kebutuhan akan tes Inteligensi unt anak2, maka disusun tes untuk anak umur 8-15 tahun (Wechsler Intelligence Scale For Children/ WISC) yang merupakan revisi W-B II. Akhirnya diterbitkan revisinya yaitu WISC-R pada tahun 1974. 1963, dipublikasikan Wechsler Preschool and Primary Scale of Intelligence (WPPSI) untk anak usia 4 – 6 ½ tahun .

(3) Tes Raven (Raven Progessive Matrices)

Tes Raven pertama kali diciptakan oleh J.C Raven tahun 1938, dan pertamakali digunakan untuk Angkatan Bersenjata Inggris dalam Perang D unia II. Tes ini merupakan tes non verbal yang digunakan untuk mengukur kemampuan dalam hal pengertian & melihat hubungan bagian-bagian gambar yang disajikan serta mengembangkan pola berpikir yg sistematis. Tes Raven ini mengukur general factor dari Spearman, sedangkan sebagian kecil mengukur spatial apptitude, inductive reasoning & perceptual accuracy.

(4) Coloured Progressive Matrices (CPM)

Tes ini diciptakan karena kebutuhan tes untuk anak-anak, maka disusunlah tes CPM, untuk anak usia 5-11 tahun. Tes CPM ini juga digunakan unt orang tua atau lanjut usia diatas 60 th dg pendidikan rendah/ menengah yang terdiri dari 36 item yg dikelompokkan dlm 3 seri yaitu A, Ab, B (setiap seri 12 item). Penyajian tidak ada batasan waktu dan aspek yang diukur meliputi berpikir logis, kecakapan pengamatan ruang, kemampuan untuk mencari & mengerti hubungan antara keseluruhan & bagian-bagian termasuk kemampuan analisa & integrasi. 

(5) Tes CFIT (Culture Fair Intelligence Test)

Tes ini disusun berdasarkan asumsi bahwa selama ini tes inteligensi yang ada dalam penyelesaiannya dipengaruhi oleh tingkat pendidikan & budaya. Tes ini disusun oleh R.B Cattel dan A.K.S Cattel dari Institute for Personality and Ability Testing. Total waktu yg dibutuhkan kurang lebih 12, 5 menit dan aspek yg diukur yaitu kemampuan mental umum/ kecerdasan (faktor G).
Tes ini terdiri dari 3 skala:
  • Skala 1: untuk anak usia 4-8 tahun & dewasa yang terbelakang/ gangguan (retardasi). 
  • Skala 2: untuk anak-anak usia 8-14 tahun & dewasa rata-rata.
  • Skala 3: untuk orang dewasa (eksekutif & individu yang memiliki inteligensi diatas rata-rata).
 
(6) Intelligenz Structure Test (IST)

Intelligenz Structure Test (IST) adalah tes inteligensi yang dikembangkan oleh Rudolf Amthauer di Frankfurt/ Jerman pada tahun 1953. Tes ini dipandang sebagai suatu gestalt, yang terdiri dari bagian-bagian yang saling berhubungan secara bermakna (struktur). Dimana struktur inteligensi tertentu menggambarkan pola kerja tertentu, sehingga akan cocok untuk tuntutan profesi/ pekerjaan tertentu. Tes ini dikonstruksikan untuk subjek usia 14 – 60 tahun, setelah melalui uji coba kurang lebih 4000 orang. Tes ini di Indonesia pertamakali digunakan oleh Psi AD Bandung.

3. Tes Kepribadian

Pengertian Kepribadian


Kepribadian (menurut Allport): Suatu organisasi yang dinamis, yang berada dalam diri individu dari sistem psikofisik yang menciptakan pola karakteristik individu dalam berperilaku, berpikir, & merasakan.

Macam-macam Tes Kepribadian 

Tes kepribadian merupakan suatu alat ukur yang disusun untuk mengungkap kepribadian seseorang.
Secara garis besar tes kepribadian dikelompokkan menjadi beberapa bagian diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Teknik pengungkapan:
  • Proyektif (sering disebut tes proyektif). 
  • Non Proyektif.
2. Bentuk Alat.
  • Verbal.
  • Non verbal.

Macam-Macam Tes Proyektif

Proyeksi merupakan suatu proses pelampiasan dorongan, perasaan & sentimen seseorang yang keluar melalui suatu media sebagai suatu mekanisme pertahanan diri, proses tersebut terjadi tanpa disadari oleh yang bersangkutan. 

Tes proyektif adalah alat ukur kepribadian yang dalam mengungkap kepribadian menggunakan media/ materi sebagai tempat untuk memproyeksikan dorongan, perasaan/ sentimen seseorang. 

Tes Proyektif Verbal --> tes proyektif yang materinya, reaksi subjek maupun instruksinya menggunakan bahasa, sehingga dalam tes ini dituntut suatu kemampuan berbahasa.

Macam-macam tes proyektif verbal, yaitu:
1. SSCT (Sacs Sentences Completion Test).
2. EPPS (Edward Personal Preference Schedule).
3. Tes Proyektif Non Verbal --> tes ini yang menggunakan bahasa hanya pada instruksinya saja. Kemampuan bahasa subjek dalam merespon stimulus yang disajikan dalam tes tidak dituntut. Sehingga dapat digunakan pada hampir setiap orang.

Macam-macam tes proyektif non verbal, yaitu:
1. TAT.
2. CAT.
3. Tes Rorshach.
4. Tes Wartegg.
5. Grafis Baum, DAP, HTP.

Macam-macam Tes Non Proyektif

Tes ini bersifat obyektif, sehingga pemberian nilainya (skoring) jelas dan pada umumnya berbentuk inventory/ self report. Kelemahan dari tes non proyektif adalah banyak terjadi faking.

Macam-macam tes non proyektif, yaitu:
1. MMPI (Minnesota Multiphasic Personality Inventory).
2. Sixteen Personality Factor Test (16 PF).
3. NSQ (Neurotic Scale Questionare).
4. CPI (California Personality Inventory).


4. Tes Minat 

Latar Belakang 

Pada dasarnya para ahli psikologi sepakat bahwa minat dipandang sebagai aspek non kognitif yang sama sekali berbeda dengan aspek kognitif. Sebagai konsekuensinya, untuk mengetahui minat seseorang digunakan instrumen antara lain berupa tes yang tidak harus mengungkap aspek kognitif, yang biasanya disebut kemampuan. Sejarah tes minat dimulai pada tahun 1921 dengan diterbitkannya tes minat yang pertama, yakni Carnegie Interest Inventory. 

Definisi Minat

Eysenck, dkk (2002) mendefinisikan minat sebagai suatu kecenderungan untuk bertingkah laku yang berorientasi kepada objek, kegiatan, atau pengalaman tertentu, dan kecenderungan tersebut antara individu yang satu dengan yang lain tidak sama intensitasnya.

Faktor Penyebab Timbulnya Minat

Adapun faktor-faktor penyebab timbulnya minat adalah: 
  • Faktor Emosional. Misalnya bila seseorang merasa sukses terhadap aktivitasnya, dia akan cenderung untuk mengulanginya. 
  • Faktor sosial. Misalnya kehadiran org lain dalam bersepeda mendorong org lain untuk bersepeda dengan lebih cepat.
  • Faktor Instrinsik (dorongan dari dalam). Misalnya lapar akan membuat orang interest kepada makanan.

Cara Melihat Minat
 

Cara melihat minat individu dapat diketahui melalui:  
  • Expressed interest --> dengan melihat ekspresi seseorang terhadap suatu obyek.    
  • Manifest interest --> dengan melihat obyek atau aktivitas apa yg paling sering dilakukan.
  • Menggunakan alat yang telah distandardisasi, dengan menanyakan kepada subyek yang bersangkutan, apakah ia senang atau tidak tentang suatu obyek. Misalnya dengan menggunakan tes Kuder atau RMIB, dan lain-lain.

Penerapan Tes Minat 

Pada umumnya hasil tes minat digunakan dalam 3 bidang terapan, seperti yang diuraikan dibawah ini. Perlu dicatat bahwa berdasarkan pengamatan jarang ditemui suatu hasil tes minat digunakan secara eksklusif dengan mengabaikan hasil pengukuran terhadap aspek kognitif dan aspek non kognitif yang lain, seperti: tes inteligensi, tes bakat, ataupun tes kepribadian.

Berikut ini 3 bidang terapan hasil tes minat, yaitu:
  • Konseling karier.  
  • Konseling pekerjaan. 
  • Penjurusan siswa.
 
Macam-macam Tes Minat 

Berikut ini akan diuraikan secara singkat 5 tes minat yang dipandang memiliki prospek penggunaan yang efektif, diantaranya adalah: 

(1) Strong Vocational Interest Blank (SVIB).
 
Strong Vocational Interest Blank (SVIB) pertama kali dipublikasikan pada tahun 1927. Pada edisi tahun 1966 terdapat 399 item yang mengukur 54 macam pekerjaan untuk pria. Bentuk yang lain digunakan khusus untuk 32 macam pekerjaan wanita. Tes minat ini bertahan sampai 22 tahun. Hal ini diteliti antara lain pada mahasiswa kedokteran, ternyata minat mereka tetap tinggi setelah bekerja lama sebagai dokter (riset di Stanford).

(2) SCII.

Tes ini dibuat untuk mengatasi kelemahan SVIB. Bentuk untuk pria yang terpisah dari wanita disatukan dalam SCII. Studi yang impresif dilakukan untuk 437 macam pekerjaan. Terdapat 6 faktor kepribadaian yang berkaitan dengan minat, yaitu: realistic, investigative, artistic, social, enterprising, dan conventional.

(3) Tes Kuder.

Tes Kuder terdiri dari berbagai macam format/ bentuk, antara lain: 
  • Kuder Preference Record – Vocational (KPR-V). 
  • Kuder General Interest Survey (KGIS).  
  • Kuder Occupational Interest Survey (KOIS).

Minnesota Vocational Interest Inventory (MVII).

Dasar dari tes ini adalah 9 minat dasar seperti SVIB, termasuk mekanik, elektronik, dan catering (pelayanan makanan).

RMIB (Rothwell Miller Interest Blank).

Menurut sejarahnya, tes ini disusun oleh Rothwell pertama kali pada tahun 1947. Saat itu tes ini hanya memiliki 9 jenis katagori dari jenis-jenis pekerjaan yang ada. Kemudian pada tahun 1958, tes diperluas dari 9 katagori menjadi 12 katagori oleh Kenneth Miller. Sejak itu, tes minat tersebut menjadi Test Interest Rothwell-Miller atau yang lebih dikenal dengan Tes RMIB (Rothwell Miller Interest Blank).

Hal-hal yang merupakan kekhususan dari tes ini adalah dapat dimasukkan ke dalam susunan baterry test, lebih mudah dikerjakan oleh subjek, score dapat disusun dengan lebih cepat, lebih cocok diberikan untuk orang dewasa, hasil keseluruhan dari tes akan memperlihatkan pola interest dari subjek, dan tes ini disusun dengan tujuan untuk mengukur interest seseorang berdasarkan sikap seseorang terhadap suatu pekerjaan.  

Sekian dulu yah sobat semua. Sampai ketemu pada postingan selanjutnya.
Keep learn and keep spirit!

:) 


Sumber:
  • Anastasi, A & Urbina, S. (2007). Tes Psikologi, Edisi ke Tujuh (Terjemahan) Jakarta: PT Indeks.
  • Eysenck, M. W. (2002). Simply psychology 2nd edition. Taylor & Francis Inc: Psychology Press Ltd.
  • Allport, Gordon. (1961). Personality. New York: Holt, Rinehart, and Winston.
  • Purwanto, Ngalim. (2007). Psikologi Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
  • Suryabrata, Sumadi. (2004). Psikologi Pendidikan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. 

Komentar

  1. Hai sobaat..

    Pada postingan kali ini tidak ada kelas. Jadi, saya tidak memiliki tambahan informasi pada postingan ini...

    Setelah ini aktivitas di kelas membahas analisis pewayangan dengan dosen tamu...

    Terus semangat dalam belajar yah sobat..

    Semoga apa yang cita-citakan dapat tercapai..

    Success for you and for me..

    :D

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Psikodiagnostik 1 # 6

Filsafat Dalam Lingkup Makro dan Mikro