Gambaran Ruang Lingkup dan Metode Pendidikan

Refleksi Pertemuan Kesebelas

Bismillaahirrahmaanirraahiim

Pertemuan perkuliahan Filsafat Ilmu pada hari Rabu, 29 November 2017 pada pukul 11:10 dilaksanakan di gedung pascasarjana lama. Gambaran ruang lingkup serta metode pendidikan menjadi bahasan utamanya. Dalam proses belajar melibatkan ketajaman panca indera atau disebut dengan sensibilitas. Sensibilitas sangat penting dan bertujuan untuk menangkap keakuratan informasi yang ditangkap oleh alat indera dari lingkungan. Layaknya mata yang dapat melihat berbagai hal yang ada di dunia sekitarnya. Kemudian, telinga yang dapat mendengar informasi yang disampaikan dan membayangkannya meski tanpa melihat terlebih dahulu. Tingkat sensibilitas pada setiap orang juga berbeda-beda.

Pada dasarnya semua panca indera memiliki kinerja yang saling mendukung satu sama lain. Melalui sensibilitas muncullah persepsi. Dengan adanya persepsi, seseorang dapat membentuk sebuah intuisi. Intuisi lahir dikarenakan adanya penguatan dari berbagai pengalaman yang sudah dirasakan. Menurut Hume, sebenar-benar pengetahuan adalah pengalaman. Ini berarti bahwa dalam pengetahuan juga melibatkan kehadiran intuisi.

Intuisi dapat mengarahkan kepada konsep dari cabang ilmu. Di Indonesia, ilmu didefinisikan dengan disiplin, yang mana kerap terdengar multidisiplin.  Multidisiplin itu sendiri cenderung diartikan sebagai kumpulan berbagai cabang ilmu. Bagi anak-anak tidaklah cocok jika menggunakan istilah tersebut. Dunia anak-anak biasanya dipenuhi dengan kegiatan-kegiatan. Melihat pada kenyataannya, proses pendidikan bagi anak-anak diibaratkan seperti ember yang kosong dimana adanya ambisi dari orang dewasa yang mengisinya. Metode ini disebut dengan empty vessel. 

Menurut saya, kondisi ideal dengan kenyataannya cenderung bersifat kontradiktif. Hal ini dikarenakan tidaklah mudah untuk membuat inovasi dalam pembelajaran sehingga masih menggunakan metode empty vessel. Sebenarnya dalam proses pembelajaran sangat menekankan adanya sikap interaktif dan menumbuhkan sikap kreatif. Di sini terlihat bahwa fokus pembelajaran tidak hanya menumbuhkan sikap interaktif saja. Di sisi lain kreativitas dalam pembelajaran sangat dibutuhkan. Kreativitas dapat menggunakan hal-hal yang sederhana, seperti bola, barang bekas dan sebagainya. Dengan begitu, pendidik tidak berfokus pada alat peraga yang sudah disediakan saat menjelaskan suatu materi.

Melihat pada metode pendidikan yang diterapkan di negara-negara maju, salah satu metode yang diterapkan adalah otonomi sekolah. Metode tersebut pernah diterapkan oleh negara Inggris namun saat ini sudah beralih pada sistem pemerintahan. Selain itu, di negara Jepang, metode pendidikan lebih dipusatkan pada peningkatan sistem perekonomiannya. Metode yang diterapkan oleh negara Jepang saat ini mulai ingin direncanakan sebagai rancangan persamaan kurikulum di wilayah ASIA. 

Di Indonesia sendiri saat ini juga sedang menerapkan metode yang serupa dengan negara Jepang. Peningkatan perekonomian diharapkan dapat menunjang peningkatan dalam bidang pendidikan. Tentunya tidak terlepas dari setiap sistem pembelajaran yang diterapkan. Setiap program yang ditetapkan sebaiknya dilihat sejauhmana manfaat yang diberikan bagi para peserta didik dan para pendidik. Dengan begitu, antara kebutuhan dan sistem pendidikan dapat saling melengkapi.

Menurut saya, perkembangan pada bidang pendidikan yang ingin dituju salah satunya upaya pemerataan pendidikan baik itu di wilayah terpencil maupun perkotaan. Tujuan dari pemerataan pendidikan tidak lain adalah agar anak-anak Indonesia yang sedang bertempur dalam bidang pendidikan memiliki sarana dan prasarana yang sama antara satu pulau dengan pulau yang lainnya. Ini dapat dijadikan sebagai upaya meminimalisir terjadinya kesenjangan antar daerah dan meningkatkan kualitas hidup yang lebih sejahtera. 

Kemudian, setiap penerapan suatu sistem ada baiknya jika dapat dipertimbangkan secara mendalam. Persiapan pembentukan dan pengembangan karakter juga perlu diperhatikan. Tujuan yang ingin dicapai adalah kematangan pada aspek psikologis, kognitif dan psikomotorik anak didik Indonesia sehingga memiliki daya juang pada era digital seperti saat ini. Menumbuhkan sikap kompetisi dan kepercayaan diri tentunya dapat dijadikan sebagai modal utama menuju kancah internasional atau dunia. Para ilmuwan Indonesia saat ini juga sedang gencar untuk menuju kelas dunia.

Saya belajar terkait pengaplikasian daripada metode pembelajaran yang tepat akan mendukung peserta didik dalam proses belajar. Setiap aspek yang dapat dikembangkan melalui sistem pendidikan akan sangat baik. Bijak dalam merancang, mempersiapkan dan menerapkan sistem pendidikan membuat iklim pendidikan akan terus meningkat dan berkembang. Kebutuhan peserta didik dan para pendidiknya juga patut dipertimbangkan. Perkembangan suatu bangsa sejatinya diikuti dengan perkembangan dalam bidang pendidikannya. Salam Pendidikan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Psikodiagnostik 1 # 13

Psikodiagnostik 1 # 6

Filsafat Dalam Lingkup Makro dan Mikro