Psikodiagnostik 1 # 6
Tes-tes untuk Populasi Khusus
Hayy sobaat semuaa, pada postingan kali ini saya akan berbagi informasi mengenai tes-tes untuk populasi khusus. Selamat membaca!
Tes-tes untuk populasi khusus mencakup skala individual ataupun skala kelompok. Tes-tes ini dikembangkan terutama untuk orang-orang yang tidak bisa diuji secara memadai dengan instrumen tradisional. Secara historis, jenis-jenis tes ini disebut sebagai tes kinerja, nonbahasa, atau nonverbal.
Sekarang, mari kita lihat tes apa saja yang digunakan untuk populasi khusus tersebut!
Pengetesan Bayi dan Anak-anak Prasekolah
Semua tes yang dirancang untuk bayi dan anak-anak prasekolah pada umumnya diselenggarakan secara individual. Alat tes tersebut seperti Wechsler Preschool and Primary Scale of Intelligence Revised, Stanford-Binet, Kaufman Assessment Battery for Children, dan Differential Ability Scales.
Latar Belakang Sejarah Pengetesan Bayi dan Anak- anak Prasekolah
Pada mulanya untuk memahami perkembangan anak-anak bayi normal dan prasekolah dibuat dalam rangkaian studi longitudinal oleh Arnold Gesell dan rekan-rekannya di Yale (Ames, 1989). Persiapan pertama kali diterbitkan Gesell Developmental Schedules menghabiskan waktu selama empat dasawarsa (Gesell et al, 1940). Hal ini memberikan metode yang sistematis dan empiris dalam menafsirkan perkembangan perilaku anak-anak. Data yang diperoleh melalui hasil observasi langsung atas respons-respons anak terhadap mainan standar dan objek-objek stimulus lain serta dilengkapi dengan informasi yang diberikan oleh orang tua atau pengasuh utama.
Gesell Developmental Schedules ini masih digunakan oleh sejumlah orang untuk melengkapi pemeriksaan medis, terutama untuk identifikasi cacat neurologis dan abnormalitas perilaku yang disebabkan secara organis yang dibawa sejak lahir.
Tes-tes untuk Perkembangan Masa Kanak-kanak Awal
Skala-skla Bayley untuk Perkembangan Bayi. Tes yang tersusun dengan baik untuk tingkat usia paling dini adalah Skala Bayley. Skala ini digunakan untuk mengukur perkembangan bayi yang diterbitkan pada tahun 1969. Prosedur tes ini adalah dengan memasukkan sejumlah soal dari jadwal Gesell dan tes-tes bayi dan anak-anak prasekolah.
Skala Bayley II memberikan tiga alat komplementer untuk menilai status perkembangan anak di antara umur 1 bulan dan 3 1/2 bulan, yaitu:
- Mental Scale --> ketajaman sensorik dan perseptual, memori, proses belajar, vokalisasi, pemecahan masalah, dan pemikiran abstrak.
- Motor Scale --> pengukuran kemampuan motorik kasar, seperti duduk, berlari, berjalan, dan menaiki tangga.
- Behavior Rating Scale --> pengukuran aspek perkembangan kepribadian, seperti perilaku emosional dan sosial, ketekunan dan keterarahan sasaran.
Skala-skala ini dapat membantu dalam deteksi awal pada cacat sensorik dan neurologis, gangguan emosional, dan defisit lingkungan.
Bayley Infant Neuro-developmental Screener (BINS), pengukuran yang dirancang untuk menilai anak-anak dari 3 sampai 24 bulan dengan cepat. Tes ini menggunakan kombinasi antara 11 dan 13 soal dari Bayley-II dan tes-tes neurologis lain.
Skala-skala McCarthy untuk Kemampuan Anak-anak. Pada tingkat prasekolah, instrumen yang digunakan adalah McCarthy Scales of Children's Abilities (MSCA-McCarthy, 1972) untuk anak-anak yang berumur antara 2 1/2 dan 8 1/2 tahun. Tes-tes ini dikelompokkan menjadi enam skala, yaitu:
- Verbal.
- Kinerja-Perseptual.
- Kuantitatif.
- Kognitif Umum.
- Memori.
- Motor.
Skala-skala Piagetian. Skala-skala ini berdasarkan pada teori-teori perkembangan Jean Piaget. Kontribusi utama dari skala-skala ini Piagetian pada pengetesan psikologis untuk anak-anak berfokus pada perkembangan dalam proses kognitif dan karakteristik prosedurnya adalah kelenturan dan interpretasi kualitatif. Pada dasarnya, skala Piagetian itu ordinal (skala yang ditentukan oleh urutan keseragaman perkembangan melalui tahap-tahap yang berurutan). Terdapat empat tahapan, yaitu:
- Tahap Sensorimotor.
- Tahap Pra-Operasional.
- Tahap Operasional-Konkret.
- Tahap Operasional-Formal.
Ordinal Scales of Psychological Development dirancang oleh Uzgiris dan Hunt (1975) dan juga dikenal sebagai Infant Psychological Development Scales. Skala-skala ini dirancang untuk menilai pencapaian kemmapuan kognitif antara umur 2 minggu dan 2 tahun. Skala ini terdiri atas enam skala, yaitu:
- Permanensi-Objek.
- Perkembangan Sarana.
- Imitasi.
- Kausalitas Operasional.
- Hubungan-hubungan Objek dalam Ruangan.
- Perkembangan Skemata untuk berhubungan dengan objek.
Concept Assessment Kit-Conservation (CAK). Tes ini didistribusikan oleh perusahaan penerbit tes reguler atas dasar yang sama dengan tes-tes psikologis lainnya. Tes ini untuk anak-anak yang berumur 4 sampai 7 tahun. Tes ini mengukur salah satu konsep Piagetian yang terkenal yaitu konservasi. Konservasi ini sebagai indikator transisi anak dari tahap pra-operasional ke tahap operasional-konkret terhadap proses berpikir pada umur 7 atau 8 tahun.
Tes Pada Dewasa Ini dalam Penilaian Bayi dan Masa Kanak-kanak Dini
Fagan Testof Infant Intelligence. Salah satu pendekatan baru yang menarik adalah pengukuran keterampilan pemrosesan informasi yaitu Fagan Test of Infant Intelligence (Fagan, 1992; Fagan & Detterman, 1992). Pendekatan ini didasarkan pada temuan atas kesenangan bayi akan hal-hal baru yang dapat memungkinkan kemampuan mereka dalam melakukan abstraksi dan mempertahankan informasi. Tes Fagan dirancang untuk melakukan differensiasi antara anak-anak normal & anak-anak dengan kognitif yang kurang, menilai perhatian visual selektif terhadap hal-hal baru pada bayi dari usia 3 sampai 12 bulan.
Infant-Toddler Developmental Assessment (IDA). Tes ini berdasarkan pada pekerjaan yang dilakukan oleh kelompok multidisipliner yang terdiri dari para spesialis anak (Proverence, Erikson, Vater & Palmeri, 199a, 1995b, 1995c). IDA pada dasarnya adalah kerangka kerja yang menuntun proses tim mengidentifikasi anak-anak semenjak lahir sampai 3 tahun yang berisiko mengalami penundaan dalam perkembangan. Prosedur-prosedurnya mencakup keterlibatan orang tua pada setiap fase, tinjauan kesehatan, dan penilaian perekembangan yang didasarkan pada observasi dan wawancara dengan orang tua dan pihak-pihak lain yang memberikan perhatian.
Tes-tes untuk Orang-orang Keterbelakangan Mental
American Association on Mental Retardation (AAMR, 1992) menyatakan bahwa "keterbelakangan mental mengacu pada keterbatasan substansial dalam fungsi yang ada saat ini. Keterbelakangan mental ini dicirikan oleh fungsi intelektual dibawah rata-rata, yang ada secara bersamaan dengan keterbatasan-keterbatasan yang terkait dalam dua atau lebih bidang-bidang keterampilan adaptif (komunikasi, perhatian pada diri sendiri, kehidupan rumah, keterampilan sosial, penggunaan komunitas, pengarahan diri sendiri, kesehatan dan keamanan, hal-hal akademik fungsional, waktu luang, dan kerja". Kondisi ini muncul sebelum umur 18 tahun.
Tes-tes untuk orang-orang keterbelakangan mental mencakup pengukuran perilaku adaptif dalam situasi kehidupan sehari-hari. Skala-skala yang dirancang untuk menilai perilaku adaptif adalah Vineland Social Maturity Scales yang dikembangkan pada tahun 1930-an oleh direktur Vineland Training School, Edgar Doll (1935/ 1965). Doll menciptakan bentuk catatan baku yang dirancang untuk menilai tingkat perkembangan seseorang, baik dalam mengamati kebutuhan praktis maupun dalam menerima tanggung jawab kehidupan sehari-hari. Versi yang paling mutakhir, Vineland Adaptive Behavior Scales (VABS-Harrison, 1985; Sparrow, Balla, Cichetti, 1984a, 1984b) tersedia dalam tiga versi, dan bisa digunakan secara independen atau kombinasi. Ketiga versi tersebut adalah Edisi Wawancara, Formulir Survei, dan Edisi Kelas.
Minat merupakan tes dasar untuk merancang dan memilih program pelatihan yang tepat untuk orang-orang keterbelakangan mental. Bidang lain yang dinilai adalah perkembangan motor. Instrumen yang digunakan adalah Oseretsky Tests of Motor Proficiency yang awalnya dipublikasikan dari Rusia pada tahun 1923. Aplikasi lain dari tes ini adalah pengujian anak-anak yang kurang pada motorik, disfungsi otak, dan ketidakmampuan belajar. Revisi atas skala Oseretsky dewasa ini adalah Bruininks-Oseretsky Test of Motor Proficiency (Bruininks, 1978).
Tes-tes untuk Penyandang Cacat Jasmani
Pengetesan untuk penyandang cacat jasmani membantu mencegah defisit belajar kumulatif yang akan memperbesar efek cacat pada perkembangan intelektual. Oleh karena itu, pengetesan untuk penyandang cacat jasmani sangatlah penting.
Sejauh ini, jalan utama untuk menangani tes penyandang cacat jasmani (AERA, APA, NCME, 1985, bab 13; Bailey & Wolery, 1989; Barnett, 1983; Culbertson & Willis, 1993; Eyde, Nester, Heaton & Nelson, 1994; Scarpati, 1991; Sherman & Robinson, 1982), yaitu:
- Modifikasi medium pengetesan, batas waktu, dan isi tes yang ada.
- Penilaian klinis yang disesuaikan dengan individu bersangkutan, yang memadukan skor-skor tes dengan sumber-sumber data yang lain dari sejarah biografis, wawancara dan penilaian pengamat kehidupan sehari-hari untuk mendapatkan informasi secukupnya, misalnya para guru.
Kerusakan Pendengaran. Pintner-Paterson Performance Scale dan Arthur Performance Scale merupakan tes yang digunakan pada anak-anak tuna rungu. Selain itu, WISC-R Performance Scale merupakan tes inteligensi yang telah digunakan secara luas untuk anak-anak yang mengalami kerusakan pendengaran di Amerika Serikat.
Pada tingkat yang lebih dasar, Hiskey-Nebraska test of Learning Aptitude (1966) dikembangkan untuk anak-anak tuli dan sulit mendengar. Tes individual ini cocok untuk anak yang berumur 3 sampai 17 tahun.
Kerusakan Penglihatan. College Board Scholastic Assessment Test (SAT) merupakan salah satu tes untuk kerusakan penglihatan. Format tes ini adalah tipe besar atau huruf braille. Selain itu, revisi Hayes-Binet yang pertama untuk pengetesan tunanetra didasarkan pada Stanford-Binet 1916. Adaptasi paling mutakhir pada tahun 1942, Hayes-Binet Interim dipersiapkan dari Stanford-Binet 1937 (Hayes, 1942, 1943) adalah Perkins-Binet Tests of Intelligence for the Blind. Instrumen ini distandardisasikan berdasarkan bentuk terpisah untuk anak-anak yang sedikit mampu melihat dan buta sama sekali (C. J. Davis, 1980).
Blind Learning Aptitude Test (BLAT-Newland, 1979). BLAT adalah tes yang diselenggarakan secara individual, yang memasukkan soal-soal yang diadaptasi dari tes-tes lain, misalnya Raven's Progressive Matrices, soal-soal nonverbal, dan mempresentasikannya dalam suatu formal yang timbul.
Intelligence Tes for Visually Impaired Children (ITVIC-Dekker, drenth, Zaal & Koole, 1990) memasukkan versi yang bersangkutan dengan sentuhan tugas-tugas, seperti Desain Blok dalam kumpulan tes pada subtes verbal dan nonverbal.
Kerusakan Motorik. Tes pada kerusakan motorik di antaranya adalah tes kosakata gambar, Peabody Picture Vocabulary Test, adaptasi Leiter International Performance Scale dan Porteus Mazes. Prosedur yang sama penggabungan tes klasifikasi bergambar, sebagaimana diilustrasikan oleh Columbia Mental Maturity Scale. Skala yang semula dikembangkan untuk anak dengan celebral palsy mencakup 92 soal masing-masing terdiri dari satu perangkat yang mamuat 3, 4, atau 5 gambarberwarna yang dicetak pada sebuah kartu yang besar dan peserta tes mengidentifikasi gambar tersebut.
Pengetesan Multikultural
Pendekatan pada Pengetesan Lintas Budaya. Cross-Cultural Anxiety Series khusus membahas pengukuran kecemasan lintas budaya yang berbeda dan sangat bermanfaat dalam perluasan basis pengetahuan bagaimana kecemasan itu dialami orang di seluruh dunia (Spielberger & Diaz-Guerrero, 1990).
Penilaian Lingkungan. Sebuah inventory lingkungan rumah yang digunakan secara luas adalah Home Observation for Measurement of the Environment (HOME-B. M. Caldwell & Bradley, 1984). Instrumen ini berfokus pada jenis-jenis stimulasi dan perilaku orang tua dalam lingkungan rumah yang mendukung perkembangan kognitif.
Sumber:
Anastasi, A & Urbina, S. (2007). Tes Psikologi, Edisi ke Tujuh (Terjemahan). Jakarta: PT Indeks.
Pertemuan perkuliahan pada tanggal 16 April 2014 merupakan pertemuan terakhir sebelum uts.. Nah, ada tambahan informasi yang dapat melengkapi postingan blog yang lalu..
BalasHapus* Pengukuran g factor *
1. Tes CFIT. Tes ini merupakan salah satu tes yang mengukur g factor yang terkait dengan kapasitas. Tes ini dirancang oleh Raymond Cattel. Nah, kapasitas tersebut terkait dengan fluid (inteligensi biologis) dan crystalize (pengalaman lingkungan). Tes ini terdiri dari 3 jenis yaitu skala 1, skala 2, dan skala 3.
Bentuk yang terdapat dalam tes tersebut berupa gambar-gambar. Salah satu yang termasuk ke dalam pengukuran g factor yaitu multikultural.
* Pengukuran s factor *
1. TKD. Tes TKD memiliki karakteristik yaitu:
- Terdiri dari 10 subtes yang masing-masing subtes tersebut memiliki waktu yang berbeda-beda.
- Teori yang digunakan yaitu teori Thurstone (Primary Mental Abilities).
- Revisi pada tahun 1990 untuk TKD 1, 2, 3, 4, dan 5.
Bentuk dari alat tes ini adalah verbal, gambar, dan pengetahuan lainnya.
Selan itu, IST juga merupakan salah satu alat tes yang digunakan untuk mengukur s factor. Dalam hal ini terkait dengan memori.
Perbedaan hasil antara alat tes satu dengan lainnya disebabkan oleh:
- Administrasi. Dalam hal ini terkait dengan prosedur pelaksanaan tes, pemandu tes, dan norma-norma.
- Proses belajar. Proses belajar dapat dilihat dari seberapa sering individu mengikuti psikotes baik itu ketika mendaftar dalam pekerjaan, pendidikan, dan memilih jurusan.
- Alat tes. Dalam hal ini terkait dengan seberapa kuat tingkat validitas dan reliabilitas dari alat tes tersebut.
Sampai di sini dulu yaah sobaaat..
See you and keep learn :)