Review Psikodiagnostik 1 # 9



Personality
(Tes Proyeksi & NEO-PI-R)

Hai sobat semuaaa...

Saya akan memberikan informasi tambahan pada pertemuan minggu lalu..

Selamat membaca sobat!

Tes Proyeksi 

Pada pertemuan minggu lalu, kita membahas sekaligus menggunakan alat tes proyeksi. Tes tersebut dinamakan dengan "Fun Personality Test". 

Nah, tes-tes tersebut diantaranya adalah:

Kita disuruh mengurutkan nama-nama hewan dari yang disukai sampai yang tidak disukai. Nama hewan-hewan tersebut diantaranya cow, sheep, tiger, horse, dan pig. Selain itu ada juga dog, cat, rat, coffee, dan sea.

Tes yang lainnya adalah dengan menggunakan simbol warna-warna seperti yellow, red, white, green, dan orange.

Ada juga dengan menggunakan gambar. Gambar manusia dengan selengkapnya dan menuliskan nama tokoh, cita-cita, hal-hal yang disukai dan tidak disukai yang ada pada dirinya, faktor yang dapat menghambat dalam mencapai cita-citanya. Dari gambar tersebut dapat mengetahui tipe kepribadiannya.

Selain itu, tes dengan tulisan. Dalam hal ini, kita disuruh menceritakan hal-hal yang terkait dengan diri kita sendiri. Baik itu karakter fisik, psikis, dan identitas lainnya.


Bagi saya pertemuan minggu lalu menyenangkan. Selain itu, saya dapat mengetahui kepribadian saya yang belum saya ketahui sebelumnya. Semoga ilmu yang saya dapatkan bermanfaat bagi saya pribadi dan orang lain.

NEO-PI-R

Pendekatan Trait dalam Kepribadian

Ada beberapa pendekatan yang dikemukakan oleh para ahli untuk memahami kepribadian. Salah satu pendekatan yang digunakan adalah teori trait. Teori trait merupakan sebuah model untuk mengidentifikasi trait-trait dasar yang diperlukan untuk menggambarkan suatu kepribadian. Trait didefinisikan sebagai suatu dimensi yang menetap dari karakteristik kepribadian, hal tersebut yang membedakan individu dengan individu yang lain (Fieldman, 1993). 

Selama beberapa tahun debat diantara para tokoh-tokoh teori trait mengenai jumlah serta sifat dimensi trait yang dibutuhkan dalam menggambarkan kepribadian. Sampai pada tahun 1980-an setelah ditemukan metode yang lebih canggih dan berkualitas, khususnya analisa faktor, mulailah ada suatu konsensus tentang jumlah trait. Saat ini para peneliti khususnya generasi muda menyetujui teori trait yang mengelompokkan trait menjadi lima besar, dengan dimensi bipolar (John, 1990; Costa & McCrae, 1992 dalam Pervin & John, 2001), yang disebut Big Five.

Secara modern bentuk dari taksonomi big five, diukur dengan dua pendekatan utama. Cara pertama dengan berdasar pada self rating pada trait kata sifat tunggal, seperti talkactive, warm, moody, dsb. Pendekatan lain dengan self rating pada item-item kalimat, seperti hidupku seperti langkah yang cepat. 

Lewis R. Goldberg telah melakukan penelitian secara sistematik dengan menggunakan trait kata sifat tunggal. Taksonomi Goldberg telah diuji dengan menggunakan analisa faktor, yang hasilnya sama dengan struktur yang ditemukan oleh Norman tahun 1963. Menurut Goldberg (1990), big five terdiri dari:
  • Surgency atau extraversion 
  • Agreeableness 
  • Conscientiousness 
  • Emotional Stability 
  • Intellec atau Imagination

Sementara itu, pengukuran big five yang menggunakan trait kata tunggal sebagai sebuah item, dikembangkan oleh Paul T. Costa dan Robert R. McCrae. Alat yang digunakan untuk mengukur ini adalah NEO-PI-R (The Neuroticism-Extraversion-Openness Personality Inventory Revised).

Faktor-faktor di dalam big five menurut Costa & McCrae (1985; 1990; 1992 dalam Pervin & John, 2001) meliputi:
  • Neuroticism. Trait ini menilai kestabilan dan ketidakstabilan emosi. Mengidentifikasi kecenderungan individu apakah mudah mengalami stres, mempunyai ide-ide yang tidak realistis, mempunyai coping response yang maladapti. Dimensi ini menampung kemampuan seseorang untuk menahan stres. Orang dengan kemantapan emosional positif cenderung berciri tenang, bergairah dan aman. Sementara mereka yang skornya negatif tinggi cenderung tertekan, gelisah dan tidak aman.
  • Extraversion. Menilai kuantitas dan intensitas interaksi interpersonal, level aktivitasnya, kebutuhan untuk didukung, kemampuan untuk berbahagia. Dimensi ini menunjukkan tingkat kesenangan seseorang akan hubungan. Kaum ekstravert (ekstraversinya tinggi) cenderung ramah dan terbuka serta menghabiskan banyak waktu untuk mempertahankan dan menikmati sejumlah besar hubungan. Sementara kaum introvert cenderung tidak sepenuhnya terbuka dan memiliki hubungan yang lebih sedikit dan tidak seperti kebanyakan orang lain, mereka lebih senang dengan kesendirian. 
  • Openness to Experience. Menilai usahanya secara proaktif dan penghargaannya terhadap pengalaman demi kepentingannya sendiri. Menilai bagaimana ia menggali sesuatu yang baru dan tidak biasa. Dimensi ini mengamanatkan tentang minat seseorang. Orang terpesona oleh hal baru dan inovasi, ia akan cenderung menjadi imajinatif, benar-benar sensitif dan intelek. Sementara orang yang disisi lain kategori keterbukaannya ia nampak lebih konvensional dan menemukan kesenangan dalam keakraban. 
  • Agreeableness. Menilai kualitas orientasi individu dengan kontinum nulai dari lemah lembut sampai antagonis didalam berpikir, perasaan dan perilaku. Dimensi ini merujuk kepada kecenderungan seseorang untuk tunduk kepada orang lain. Orang yang sangat mampu bersepakat jauh lebih menghargai harmoni daripada ucapan atau cara mereka. Mereka tergolong orang yang kooperatif dan percaya pada orang lain. Orang yang menilai rendah kemampuan untuk bersepakat memusatkan perhatian lebih pada kebutuhan mereka sendiri ketimbang kebutuhan orang lain. 
  • Conscientiousness. Menilai kemampuan individu di dalam organisasi, baik mengenai ketekunan dan motivasi dalam mencapai tujuan sebagai perilaku langsungnya. Sebagai lawannya menilai apakah individu tersebut tergantung, malas dan tidak rapi. Dimensi ini merujuk pada jumlah tujuan yang menjadi pusat perhatian seseorang. Orang yang mempunyai skor tinggi cenderung mendengarkan kata hati dan mengejar sedikit tujuan dalam satu cara yang terarah dan cenderung bertanggungjawab, kuat bertahan, tergantung, dan berorientasi pada prestasi. Sementara yang skornya rendah ia akan cenderung menjadi lebih kacau pikirannya, mengejar banyak tujuan, dan lebih hedonistik.
Dari lima faktor didalam Big Five, masing-masing dimensi terdiri dari beberapa facet. Facet merupakan trait yang lebih spesifik, merupakan komponen dari 5 faktor besar tersebut.

Komponen dari big five faktor tersebut menurut NEO-PI-R yang dikembangkan Costa & McCrae (Pervin & John, 2001) adalah:
  • Neuroticism --> kecemasan (anxiety), kemarahan (anger), depresi (depression), kesadaran diri (self-consciousness), kurangnya kontrol diri (immoderation), dan kerapuhan (Vulnerability). 
  • Extraversion --> minat berteman (friendliness), minat berkelompok (gregariousness), kemampuan asertif (assertiveness), tingkat aktivitas (activity-level), mencari kesenangan (excitement-seeking), dan kebahagiaan (cheerfulness). 
  • Openness to Experience --> kemampuan imajinasi (imagination), minat terhadap seni (artistic interest), emosionalitas (emotionality), minat berpetualangan (adventurousness), intelektualitas (intellect), dan kebebasan (liberalism). 
  • Agreeableness --> kepercayaan (trust), moralitas (morality), berperilaku menolong (altruism), kemampuan bekerjasama (cooperation), kerendahan hati (modesty), dan simpatik (sympathy). 
  • Conscientiousness --> kecukupan diri (self efficacy), keteraturan (orderliness), rasa tanggungjawab (dutifulness), keinginan untuk berprestasi (achievement-striving), disiplin diri (self-disciplin), kehati-hatian (Cautiosness), dan pengukuran kepribadian.

Alat Ukur Kepribadian Big Five

Ada berbagai alat ukur yang dikembangkan untuk mengukur kepribadian big five, diantaranya adalah NEO-PI-R, HPI, PCI, NEO FFI, AB5C, CPI, Big Five factor Maker, dan lain-lain.


Sampai di sini dulu yah sobaat. Semoga ulasan ini dapat bermanfaat.

See you and keep learn!

:)


Sumber:


  • Feist, J. & Feist, G.J. 1998. Theories of personality fourth edition. New York: McGraw Hill Company. 
  • http://www.journal.unair.ac.id/filerPDF/ 
  • Perkuliahan pertemuan ke-9 
  • Pervin, L.A & John, O.P. 2001. Personality: Theory and research 8th ed. New York: John Wiley & Sons, Inc


Komentar

  1. Pada pertemuan ini bagi saya sangat menyenangkan..

    Materi yang dibahas juga menarik seputar kepribadian kita sobat..

    Saya hanya memberikan semangat untuk sobat semua..

    Karena pada pembahasan personality ini berjumlah sebanyak dua pertemuan..

    Rasa keingintahuan pada ilmu Psikologi pada diri saya semakin meningkat. Semoga bermanfaat yah sobat.

    Belajar terus dan Selalu Optimis!


    :D

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Psikodiagnostik 1 # 13

Psikodiagnostik 1 # 6

Filsafat Dalam Lingkup Makro dan Mikro