Psikodiagnostik 1 # 12



Tehnik Wawancara

Hai sobat semuaaa…

Pada postingan blog kali ini, saya akan membahas tentang tehnik wawancara. Nah, untuk mengetahui apa saja informasi yang terkait dengan tehnik wawancara tersebut silahkan membaca ulasan berikut ini.

Selamat membaca!

Pengertian dan Tujuan Wawancara

Apa itu wawancara?

Dalam KBBI disebutkan bahwa wawancara adalah tanya jawab dengan seseorang yang diperlukan untuk dimintai keterangan atau pendapatnya mengenai suatu hal.

Menurut Charles Stewart dan W. B. Cash, wawancara adalah sebuah proses komunikasi berpasangan dengan suatu tujuan yang serius dan telah ditetapkan sebelumnya yang dirancang untuk bertukar perilaku dan melibatkan tanya jawab.

Menurut Robert Kahn dan Channel, wawancara adalah suatu pola yang dikhususkan dari interaksi verbal yang memiliki suatu tujuan dan difokuskan pada sejumlah bidang tertentu dengan proses eliminasi materi yang tidak ada kaitannya secara berkelanjutan.

Jadi, wawancara adalah upaya yang dilakukan seseorang atau suatu pihak untuk mendapatkan keterangan atau pendapat mengenai suatu hal yang diperlukannya untuk tujuan tertentu dari seseorang atau pihak lain dengan cara tanya jawab. Orang yang mewancarai disebut Pewawancara (interviewer) dan yang diwawancarai disebut pemberi wawancara (interviewee) atau disebut juga responden.

Tujuan dari wawancara adalah untuk mendapatkan informasi di mana pewawancara mengajukan pertanyaan-pertanyaan untuk dijawab oleh orang yang diwawancarai.

Bentuk-bentuk Wawancara

Bentuk-bentuk wawancara diantaranya adalah:
  1. Man in the street interview --> wawancara ini dilakukan pada saat wartawan sedang meliput suatu peristiwa langsung dilapangan dan meminta tanggapan khalayak terhadap peristiwa tersebut. 
  2. Casual interview --> wawancara ini dilakukan secara mendadak dikarenakan ada keperluan mendesak. Personality interview, wawancara mengani profil sosoorang atau tokoh. 
  3. News interview --> merupakan bentuk wawancara yang srring dilakukan oleh jurnalistik untuk mengumpulkan fakta untuk disiarkan. 
  4. Telepohone interview --> wawancara yang dilakukan melalui media telepon biasa digunakan pada acara-acara live di televisi. 
  5. Prepared question interview --> wawancara ini digunakan mass media untuk mendapatkan tanggapan terhadap hal-hal yang cukup rumit seperti data-data atau menyangkut keilmuan.
  6. Group interview --> bentuk wawancara ini biasanya dilakukan secara bersama-sama untuk mendapatkan informasi dari sekelompok narasumber atau biasa disebut symposium.

Jenis-jenis Wawancara

  1. Wawancara bebas --> wawancara yang susunan pertanyaannya tidak ditentukan lebih dahulu dan pembicaraannya tergantung kepada suasana wawancara. Wawancara bebas disebut wawancara tidak berstruktur karena tidak terikat pada daftar pertanyaan tertentu. Contohnya, wawancara yang dilakukan seorang wartawan dengan artis atau pejabat pemerintah. 
  2. Wawancara terpimpin --> wawancara yang dilakukan dengan menggunakan pertanyaan-pertanyaan yang sudah disiapkan sebelumnya. Wawancara terpimpin disebut juga sebagai wawancara berstruktur. Contohnya, wawancara yang dilakukan pembawa acara di stasiun televisi kepada pihak yang diwawancarai (pejabat, pemuka masyarakat, ahli). 
  3. Wawancara individual --> wawancara yang dilakukan oleh seorang (pewawancara) dengan responden tunggal. Wawancara individual disebut juga sebagai wawancara secara perorangan. Contohnya, wawancara formal maupun informal yang dilakukan oleh seorang wartawan dengan seorang pejabat tertentu atau seorang wartawan dengan seorang artis.
  4. Wawancara kelompok --> wawancara yang dilakukan terhadap sekelompok orang dalam waktu yang bersamaan. Sebagai contoh, wawancara yang dilakukan wartawan dengan sekelompok personal band atau para pemain dari kesebelasan sepakbola tertentu. 
  5. Wawancara konferensi --> wawancara antara seorang pewawancara dengan sejumlah responden atau wawancara antara sejumlah pewawancara dengan seorang responden. Contohnya, wawancara yang dilakukan wartawan terhadap sejumlah pimpinan perusahaan saat melakukan konferensi pers untuk publisitas, wawancara yang dilakukan oleh beberapa wartawan kepada pejabat yang menyelenggarakan konferensi pers, wawancara yang dilakukan dengan pola konferensi jarak jau (teleconference) seperti yang dilakukan oleh pewawancara TV dengan beberapa pihak yang diwawancarai di berbagai kota terpisah. 
  6. Wawancara terbuka --> wawancara yang berdasarkan pertanyaan yang tidak terbatas (tidak terikat) jawabannya. Contohnya, wawancara dengan menggunakan pertanyaan yang menghendaki penjelasan atau pendapat seseorang. 
  7. Wawancara tertutup --> wawancara yang berdasarkan pertanyaan yang terbatas jawabannya. Contohnya, wawancara yang menggunakan lembar daftar pertanyaan (questionaire) dengan jawaban yang telah dipersiapkan untuk dipilih, seperti setuju, tidak setuju, ya, tidak, sangat baik, cukup, kurang, dan lain sebagainya.

Elemen-elemen Penting dalam Wawancara

Berikut ini adalah elemen-elemen penting wawancara (Stewart & Cash, 2012), yaitu:
  • Interaktif. Wawancara adalah interaktif, karena adanya pertukaran atau pembagian, sebuah peran, tanggung jawab, perasaan, kepercayaan, motif, dan informasi. Jika seseorang berbicara terus menerus dan orang lain mendengarkan, maka hal tersebut adalah sebuah pidato, bukan wawancara. 
  • Proses. Sebuah proses adalah interaksi beragam variabel yang dinamis, terus-menerus, dalam tingkatan sistem atau struktur. Dalam berinteraksi, semua pihak memberikan energi yang berkeinginan untuk mencapai sebuah tujuan. Interaksi komunikasi tidak bersifat statis. Peranan berganti, ada pertukaran informasi, penyampaian perasaan dan motif memproduksi reaksi dan mengacu pada area baru yang tak terduga. 
  • Pihak. Wawancara adalah sebuah proses dyadic (dua pihak), tapi banyak wawancara melibatkan lebih dari dua orang, namun tidak pernah lebih dari dua pihak. Dalam setiap situasi, selalu ada dua pihak-pihak pewawancara dan pihak yang diwawancarai/responden. Jika ada lebih dari dua pihak yang terlibat, sebuah interaksi kelompok kecil terjadi, bukan sebuah wawancara. 
  • Tujuan. Determinasi dan keseriusan tujuan ini membedakan wawancara dari perbincangan sosial atau informal, wawancara harus punya tahap persiapan rencana dan struktur, bahkan meskipun sedikit keluar jalur. Dalam sebuah wawancara efektif, pewawancara merencanakan pembukaan, memilih topik, menyiapkan pertanyaan, mengumpulkan informasi, dan menemukan cara jalannya wawancara. Walaupun perbincangan dan wawancara memiliki karakteristik yang sama, seperti pertukaran kata perbincangan dan mendengarkan, kesamaan perhatian dari kedua pihak menentukan interaksi menyenangkan dan berharga, dan pembagian pesan verbal dan nonverbal secara efektif, mereka berbeda. 
  • Pertanyaan. Bertanya dan menjawab pertanyaan sangat penting pada semua wawancara. Sebuah wawancara, merupakan proses komunikasi interaksi antara dua pihak, setidaknya salah satunya telah menentukan tujuan serius yang melibatkan tanya-jawab dari sebuah pertanyaan.

Prosedur Pelaksanaan Wawancara

Berikut ini adalah prosedur pelaksanaan wawancara, yaitu:
  1. Penyusunan Pedoman Wawancara. Pedoman wawancara perlu disusun agar proses wawancara dapat terarah dan data yang diperoleh sesuai dengan tujuan yang diinginkan. Langkah penyusunan pedoman wawancara yaitu: (1) menetapkan tujuan wawancara, menetapkan pertanyaan, (2) membuat butir pertanyaan yang jelas agar mudah dipahami individu, (3) pertanyaan harus fokus pada informasi yang diinginkan, (4) pertanyaan jangan memiliki makna ganda, (5) pertanyaan hendaknya tidak mengandung unsur SARA dan sugestif, dan (6) apabila bentuk wawancara terstruktur maka pertanyaan-pertanyaan harus disusun secara rinci, dan jika tidak terstruktur dapat dituliskan pokok-pokok pertanyaannya saja. 
  2. Pelaksanaan Wawancara. Beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum wawancara dilakukan: (1) menetapkan individu yang akan diwawancarai, (2) menetapkan jadwal dan tempat wawancara, (3) menghubungi individu yang akan diwawancarai, (4) melaksanakan wawancara, (5) melakukan verbal setting sebelum wawancara dilakukan dengan memberikan penjelasan tentang tujuan wawancara, (6) informasi apa yang dibutuhkan, (7) lama wawancara dilakukan dan jaminan akan adanya kerahasiaan, (8) selama proses wawancara, pewawancara hendaknya mampu melakukan attending skill, mampu bertanya dengan baik, mampu mendengar aktif dan mampu mencatat hasil wawancara dengan lengkap, dan (9) menutup wawancara dengan membuat kesimpulan hasil wawancara. 
  3. Analisis Hasil Wawancara. Hasil wawancara yang diperoleh segera dianalisis dengan mengikuti beberapa tahap, yaitu: (1) mengidentifikasi dan mengelompokkan jawaban individu berdasarkan pokok pikiran pada pedoman wawancara dan pencapaian tujuan wawancara, (2) menganalisis dan mensintesakan hasil jawaban individu sesuai dengan tujuan wawancara, dan (3) membuat kesimpulan berdasarkan hasil sintesis dari berbagai jawaban individu.

Sikap-Sikap yang Harus Dimiliki Pewawancara

  • Netral --> pewawancara tidak berkomentar untuk tidak setuju terhadap informasi yang diutarakan oleh responden karena tugasnya adalah merekam seluruh keterangan dari responden, baik yang menyenangkan atau tidak. 
  • Ramah --> pewawancara menciptakan suasana yang mampu menarik minat si responden. 
  • Adil --> pewawancara harus bisa memperlakukan semua responden dengan sama. Pewawancara harus tetap hormat dan sopan kepada semua responden bagaimanapun keberadaannya. 
  • Hindari ketegangan --> pewawancara harus dapat menghindari ketegangan, jangan sampai responden sedang dihakimi atau diuji. Kalau suasana tegang, responden berhak membatalkan pertemuan tersebut dan meminta pewawancara untuk tidak menuliskan hasilnya. Pewawancara harus mampu mengendalikan situasi dan pembicaraan agar terarah.

Beberapa Hal Yang Harus Dihindari Ketika Proses Wawancara Berlangsung

  • Menyampaikan pertanyaan yang sudah umum atau pasti jawabannya. 
  • Menanyakan pertanyaan yang inti jawabannya sama dengan pertanyaan sebelumnya. 
  • Meminta narasumber untuk mengulang-ulang jawabannya. 
  • Memotong pembicaraan narasumber. 
  • Bersikap lebih pandai dari narasumber.

Kelebihan dan Kekurangan Wawancara

Kelebihan Wawancara
  • Pertanyaan-pertanyaan yang belum dipahami dapat segera diperjelas oleh pewawancara hingga individu dapat memahami maksud pertanyaan tersebut dan memberikan jawaban yang sesuai dengan pertanyaan. 
  • Melalui tatap muka langsung dapat memberikan peluang untuk terbinanya hubungan baik diantara pewawancara dengan individu yang akan besar pengaruhnya bagi kelancaran wawancara. 
  • Wawancara memberikan kesempatan kepada pewawancara untuk memotivasi orang yang diwawancarai untuk menjawab dengan bebas dan terbuka terhadap pertanyaan-pertanyaan yang diajukan. 

Kekurangan Wawancara 
  • Proses wawancara membutuhkan waktu yang lama.
  • Diperlukan keahlian dan pengalaman untuk dapat menjadi pewawancara, khususnya pewawancara di bidang Bimbingan dan Konseling. 
  • Hasil wawancara dapat bersifat subyektif apabila telah terbentuk prasangka. 
  • Hasil wawancara sangat tergantung dengan keterampilan pewawancara dalam menggali, mencatat dan menganalisa setiap jawaban individu.


Sekian dulu yah sobat, semoga informasi ini dapat bermanfaat.

See you and keep learn!


:)  


Referensi:

  • Kerlinger, F. N. (2003). Asas-asas penelitian behavioral (3th ed). Yogyakarta: Gajah Mada University Press
  • Steinar, K. (1996). Interviews an introduction to qualitative research interviewing. Sage Publications   
  • http://edukasi.kompasiana.com/2013/02/23/artikel-wawancara-537564.html 
  • http://id.wikipedia.org/wiki/Wawancara 
  • http://kbbi.web.id/wawancara

Komentar

  1. Hai sobat semuaa..

    Saya akan memberikan informasi tambahan pada postingan blog ini.. Pada pertemuan minggu ini, bagi saya sangat menyenangkan. Nah, berikut ini informasi tambahannya yah sobaat..

    - Wawancara terdiri dari tiga bagian, yaitu:
    1. Pembukaan.
    2. Isi.
    3. Penutup.

    - Tipe wawancara berdasarkan fokus aktivitas adalah sebagai berikut:
    1. Information giving.
    2. Information gathering.
    3. Selection.

    - Permasalahan pada orang yang diwawancara diantaranya adalah sebagai berikut:
    1. Konseling.
    2. Pemecatan.
    3. Appraisal.

    - Komunikasi dalam wawancara, yaitu:
    1. Pendekatan --> Secara langsung/ tidak langsung.
    2. Peran dapat berubah/ berpindah.
    3. Setidaknya ada dua pihak.

    SOLERS - How to behave?

    - S --> Squarely.
    - O --> Open.
    - L --> Lean forward.
    - E --> Eye contact.
    - R --> Relax.

    Di dalam interaksi terdapat dimensi-dimensi krisis dalam hubungan antar pribadi (S & C, 2000), yaitu:
    1. Similaritas --> Persamaan norma budaya, nilai-nilai, pengaruh lingkungan, pengalaman, personality.
    2. Inklusi/ involvement --> Kadang-kadang salah satu pihak tidak mau terlibat dalam wawancara.
    3. Afeksi/ liking --> Harus saling suka dan menghargai satu sama lain, menggunakan istilah kita, saya, anda.
    4. Kontrol/ dominance --> Dominan dalam mengarahkan jalannya wawancara.
    5. Trust --> Harus saling percaya bahwa mereka jujur, dapat diandalkan, reliable dan safe.

    Informasi tambahan lainnya adalah:

    Pada pertemuan minggu ini, saya sangat senang karena saya mendapatkan tambahan ilmu baru tentang lintas budaya terutama budaya Jawa. Karena pada pertemuan ini kita didatangkan dosen tamu yang memiliki potensi yang sangat luar biasa dalam hal seni khususnya dibidang pewayangan. Beliau menjelaskan seputar sejarah pewayangan Indonesia. Selain itu, pewayangan juga dapat berkorelasi dengan ilmu Psikologi. Dari para tokoh pewayangan tersebut dapat memberikan gambaran karakter pada manusia dengan mudah. Hal ini dikarenakan pewayangan dapat dijadikan sebagai filosofi hidup manusia dan nilai-nilai moral dalam kehidupan sehari-hari.

    Sekian dulu yah sobat.. Semoga informasi ini dapat bermanfaat..

    Keep learn and keep spirit!

    :)

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Psikodiagnostik 1 # 13

Psikodiagnostik 1 # 6

Filsafat Dalam Lingkup Makro dan Mikro