Psikodiagnostik 1 # 5
Tes Kemampuan Mental
Hai sobat! Senang rasanya bisa berbagi ilmu dengan kalian semua, postingan kali ini saya akan berbagi tentang tes kemampuan mental.
Selamat membaca!
Hal apa sajakah yang terkait dengan tes kemampuan mental?
Apa itu mental?
Mental diartikan sebagai kepribadian dinamik pada diri seseorang yang tercermin dalam sikap dan perbuatan atau terlihat dari psikomotornya.
Allport mendefinisikan kepribadian sebagai organisasi dinamis dari sistem psikofisik seseorang yang menentukan perilaku dan pikiran dari orang tersebut. Menurut Allport orang yang sehat secara psikologis kebanyakan termotivasi oleh proses yang disadari, mempunyai perluasan atas rasa tentang diri, berhubungan dengan penuh kasih sayang dengan orang lain, menerima diri mereka apa adanya, mempunyai persepsi realistis mengenai dunia, serta memiliki wawasan, humor, dan filosofi kehidupan yang menyeluruh.
Dalam ilmu psikiatri dan psikoterapi, kata mental sering digunakan sebagai kata ganti dari kata personality (kepribadian) yang berarti bahwa mental adalah semua unsur-unsur jiwa termasuk pikiran, emosi, sikap (attitude) dan perasaan yang dalam keseluruhan dan kebulatannya akan menentukan perilaku, cara menghadapi suatu hal yang menekan perasaan, mengecewakan atau menggembirakan, menyenangkan dan sebagainya. .
Reed, Stephen K (Cognition, Theory and Application) menyebutkan bahwa ilmu psikologi kognitif mempelajari lebih mendalam tentang persepsi (disebut sebagai pengenalan pola), atensi atau perhatian, memory, pengindraan visual, bahasa, pemecahan masalah dan pengambilan keputusan. Lebih mendalam, Reed menyebutkan bahwa psikologi kognitif menyangkut pada semua proses dimana penerimaan indra atas stimuli atau informasi, dirubah, dikurangi, disesuaikan, disimpan, dipulihkan, dan digunakan.
Berikut ini merupakan jenis-jenis alat tes yang digunakan dalam mendiagnosis kemampuan mental seseorang, diantaranya adalah:
Tes Rorschach
Definisi dan Sejarah Tes Rorscharch
Tes Rorschach dikenal dengan tes bercak tinta Rorschach, teknik Rorschach, atau tes bercak tinta adalah tes psikologi
yang meminta subjek untuk menulis atau menyebutkan gambar-gambar berupa
bercak tinta (inkblot), dan kemudian dianalisis dengan menggunakan
interpretasi psikologis, algoritma
kompleks, atau keduanya. Beberapa psikolog menggunakan tes ini untuk
mengetahui karakter dan emosional seseorang.
Tes Rorschach telah digunakan untuk mendeteksi masalah-masalah psikologis seperti gangguan pikiran, terutama dalam kasus ketika pasien enggan menyatakan proses berpikir mereka secara terbuka. Tes ini dinamakan sesuai dengan nama penciptanya, Psikolog Swiss Hermann Rorschach.
Pada tahun 1960-an, tes Rorschach adalah tes psikologi yang paling umum digunakan. Di Amerika Serikat, tes Rorschach adalah tes ke-8 yang paling sering digunakan pada pasien di fasilitas kesehatan mental. Tes ini juga menjadi tes yang paling sering digunakan oleh Society for Personality Assessment, dan digunakan oleh psikiater dalam 25% kasus penilaian forensik, biasanya dengan penilaian MMPI-2 dan MCMI-III. Menurut survey, tes Rorschach digunakan oleh sekitar 20% psikolog koreksional, dan 80% psikolog klinis.
Tes ini juga menimbulkan perdebatan di kalangan psikolog, termasuk objektivitas penguji, reliabilitas antar penilai, pemastian, validitas pengujian, bias skala patologi tes terhadap besarnya jumlah respon, dan terbatasnya jumlah kondisi psikologi untuk dianalisa. Di pengadilan, penggunaan tes ini sendiri butuh evaluasi.
Dasar Pemikiran Tes Rorschach
Tes Rorschach telah digunakan untuk mendeteksi masalah-masalah psikologis seperti gangguan pikiran, terutama dalam kasus ketika pasien enggan menyatakan proses berpikir mereka secara terbuka. Tes ini dinamakan sesuai dengan nama penciptanya, Psikolog Swiss Hermann Rorschach.
Pada tahun 1960-an, tes Rorschach adalah tes psikologi yang paling umum digunakan. Di Amerika Serikat, tes Rorschach adalah tes ke-8 yang paling sering digunakan pada pasien di fasilitas kesehatan mental. Tes ini juga menjadi tes yang paling sering digunakan oleh Society for Personality Assessment, dan digunakan oleh psikiater dalam 25% kasus penilaian forensik, biasanya dengan penilaian MMPI-2 dan MCMI-III. Menurut survey, tes Rorschach digunakan oleh sekitar 20% psikolog koreksional, dan 80% psikolog klinis.
Tes ini juga menimbulkan perdebatan di kalangan psikolog, termasuk objektivitas penguji, reliabilitas antar penilai, pemastian, validitas pengujian, bias skala patologi tes terhadap besarnya jumlah respon, dan terbatasnya jumlah kondisi psikologi untuk dianalisa. Di pengadilan, penggunaan tes ini sendiri butuh evaluasi.
Dasar Pemikiran Tes Rorschach
- Asumsi --> ada hubungan antara persepsi dengan kepribadian.
- Bercak tinta --> ambigous dan unstructured, yaitu persepsi personal, spontan dan tidak dipelajari.
- Tujuan utama --> mendeskripsikan kepribadian seseorang secara keseluruhan (Gestalt).
Penerapan Tes Rorschach
- Bidangklinis: bidang klinis, rumah sakit, klinik psikiatris dan psikologis.
- Alat diagnostic.
- Terapi.
- Bidang militer.
- Industri.
- Medis.
- Penelitian: psikologi sosial, antropologi.
Pengembangan Tes Rorschach
Tokoh-tokoh yang mengembangkan tes Rorschah adalah Samuel Beck, Bruno Klopfer, Zygmunt Piotrowski, Marguerite Hertz, David Rapaport. Kesamaan tokoh tersebut adalah menggunakan bercak tes Rorschach 10 kartu dan dasar Psikodiagnostik, Perbedaannya adalah pada system scoring dan interpretasi. John E. Exner menggabungkan system dari para ahli yang menggunakan tes Rorschach dalam buku dengan judul Rorschach the Comprehensive System.
Tokoh-tokoh yang mengembangkan tes Rorschah adalah Samuel Beck, Bruno Klopfer, Zygmunt Piotrowski, Marguerite Hertz, David Rapaport. Kesamaan tokoh tersebut adalah menggunakan bercak tes Rorschach 10 kartu dan dasar Psikodiagnostik, Perbedaannya adalah pada system scoring dan interpretasi. John E. Exner menggabungkan system dari para ahli yang menggunakan tes Rorschach dalam buku dengan judul Rorschach the Comprehensive System.
Administrasi Tes Rorschach
Karakteristik masing-masing kartu Rorschach (I-X):
- Kartu kromatik: berwarna selain hiam, putih dan abu-abu, kartu II, III, VIII, IX, X.
- Kartu akromatik : berwarna hitam, putih dan abu-abu, kartu I, IV, V, VI, VII.
Karakteristik masing-masing kartu Rorschach (I-X)
Kartu I
- Seluruh bercak: makhluk bersayap tulang pinggul.
- Imajinasi baik menunjukkan gerakan manusia.
- Bagian tengah: manusia, wanita.
- Bagian atas: tangan.
- Bagian sisi: wajah orang.
- Subjek yang tidak mampu memberi jawaban secara keseluruhan, menunjukkan indikasi kemampuan penyesuaian diri terhadap situasi baru termasuk kurang.
Kartu II
- Respon: bercak terpisah.
- Perhatian dan kemampuan mengorganisir baik bercak keseluruhan.
- Bagian hitam: manusia/ binatang bergerak.
- Bagian putih: pesawat.
- Bagian merah bawah: kupu-kupu.
- Bagian merah atas dan bawah: organ seks.
Kartu III
- Kartu menolong (recoverd card).
- Bagian hitam: manusia bergerak.
- Bagian merah tengah: dasi, pita/ kupu-kupu.
- Bagian abu-abu tengah: kepiting, sesuatu yang diperebutkan.
- Bagian merah pinggir: lambung, darah merah.
Kartu IV
- Berat,besar, utuh, warna hitam dengan shading kuat.
- Menakutkan dan unsur berkuasa, tempat bergantung, “father card”.
- Respon: monster, raksasa, gorila, hutan lebat dengan danau dan gunung.
- Shading tidak mengganggu, kesan lembut dan halus, selimut, mantel bulu.
Kartu V
- Kartu penolong (recovered card).
- Warna hitam pekat, black shock card.
- Respon: makhluk bersayap, bergerak,kupu-kupu
Kartu VI
- Sex card : atas (alat kelamin pria), bawah (wanita).
- Respon keseluruhan : selimut berbulu yang lembut dan hangat.
- Problem seksual: menolak menjawab.
Kartu VII
- Kesan ringan dan lembut: mother card.
- Respon keseluruhan : awan/gelap, figur manusia:wanita.
Kartu VIII
- Kartu pertama berwarna.
- Respon: bercak terpisah, keseluruhan: lambang organisasi.
Kartu IX
- Kesan besar dibanding kartu VIII .
- Warna: tumpang tindih, kesulitan.
Instruksi Tes Rorschach
- Tergantung kondisi testee fleksibel. Misal: sosial budaya, pendidikan, kondisi-kondisi tertentu.
- Tidak ada aturan baku.
- Mengandung unsur-unsur:
- Cara membuat bercak tinta. Misal: apakah anda pernah bermain dengan bercak tinta? Jika belum pernah, maka dijelaskan cara-caranya: teteskan tinta di kertas, kemudian dilipat.
- Akan ditunjukkan 10 kartu bercak tinta. Misal: nanti dalam tes, saat akan memberikan 10 kartu.
- Tugas testee mengatakan “apa yang dilihat”.
- Motivasi dalam menjawab. Misal: tidak ada yang benar-salah, baik-buruk.
- Beritahu: jawaban akan dicatat dan waktunya dihitung, apabila testee bertanya maka dijawab “tes imajinasi”.
Terdapat 4 tahap dalam melakukan Tes Rorshach, yaitu:
- Performance Proper (PP).
- Inquiry.
- Analogi.
- Testing the limit.
Skoring Tes Rorschach
Terdapat 5 kategori skoring, yaitu:
- Location.
- Determinant.
- Content.
- Popular-Original (P-O).
- Form Level Rating (FLR).
Tujuan Skoring
- Untuk mengelompokkan bahan dari hasil tes Rorschach ke dalam aspek-aspek tertentu, agar dapat diinterpretasi.
- Untuk merubah jawaban yang masih bersifat kualitatif menjadi bahan kuantitatif.
- Sebagai sarana komunikasi antara ahli satu dengan lainnya.
Tes Minnesota Multiphasic Personality Inventory
Definisi dan Sejarah Tes MMPI
MMPI (Minnesota Multiphasic Personality Inventory) diterbitkan pada tahun 1940
dan versi revisi kedua MMPI-2 diterbitkan pada tahun 1989. MMPI adalah
tes psikometri yang paling banyak digunakan untuk mengukur psikopatologi
dewasa di dunia. MMPI-2 digunakan untuk mengukur kesehatan mental,
medikal dan dan preposisi pekerjaan.
Tes MMPI adalah sebuah alat tes inventori yang berisi banyak pertanyaan dengan option ya dan tidak, tujuannya adalah untuk mengetahui kepribadian seseorang, terutama gangguan-gangguan psikologis yang ada di dalam diri seseorang, seperti gangguan anti sosial, gangguan seksual, gangguan depresi, kehohongan, Dan sebagainya.
Perancang MMPI adalah R. Starke Hathaway, PhD, dan J.C. McKinley, MD. MMPI merupakan hak cipta dari University of Minnesota. MMPI dikembangkan pada tahun 1930 di Universitas Minnesota sebagai tes kepribadian yang komprehensif dan serius yang dapat digunakan untuk mendeteksi masalah kejiwaan. Direvisi pada tahun 1989 sebagai MMPI-2 dan versi untuk remaja dikembangkan MMPI-A. Ada juga versi singkat MMPI-3.
Popularitas MMPI sampai saat ini masih sangat dipercaya, terutama di Indonesia sebagai alat resmi diagnosa gangguan jiwa oleh psikiater dan di bidang psikologi tidak kalah populer alat inventori ini dengan alat tes lainnya.
Jenis-jenis Skala MMPI
Tes MMPI adalah sebuah alat tes inventori yang berisi banyak pertanyaan dengan option ya dan tidak, tujuannya adalah untuk mengetahui kepribadian seseorang, terutama gangguan-gangguan psikologis yang ada di dalam diri seseorang, seperti gangguan anti sosial, gangguan seksual, gangguan depresi, kehohongan, Dan sebagainya.
Perancang MMPI adalah R. Starke Hathaway, PhD, dan J.C. McKinley, MD. MMPI merupakan hak cipta dari University of Minnesota. MMPI dikembangkan pada tahun 1930 di Universitas Minnesota sebagai tes kepribadian yang komprehensif dan serius yang dapat digunakan untuk mendeteksi masalah kejiwaan. Direvisi pada tahun 1989 sebagai MMPI-2 dan versi untuk remaja dikembangkan MMPI-A. Ada juga versi singkat MMPI-3.
Popularitas MMPI sampai saat ini masih sangat dipercaya, terutama di Indonesia sebagai alat resmi diagnosa gangguan jiwa oleh psikiater dan di bidang psikologi tidak kalah populer alat inventori ini dengan alat tes lainnya.
Jenis-jenis Skala MMPI
Terdapat beberapa skala MMPI dengan beragam desain kegunaan. Berikut berbagai skala yang ada di MMPI, diantaranya adalah:
- Skala Validitas.
Skala ini didesain untuk mengevaluasi protokol skala validitas. Tiga tipe protokol validitas pada MMPI-2 adalah kerjasama dalam tes (?, %T, %F), konsistensi dan non-content related responding (VRIN, TRIN), dan akurasi (L, K, S, F, Fb, Fp). - Skala Klinis.
Delapan dari sepuluh skala tradisional MMPI dikembangkan untuk membedakan antara kelompok klinis spesifik (Hs, D, Hy, Pd, Pa, Pt, Sc, Ma). Skor T dari delapan skala dibuat rata-rata untuk menggeneralisir elevasi rerata profil. - Skala Content.
Content scales dibentuk dari skala basic sepuluh item yang dipilih untuk tiap skala yang berhubungan dengan kesamaan tema. Skala ini tidak mementingkan daya beda tiap kelompok. Dengan alasan ini maka Content Scales memiliki validitas muka yang cukup tinggi dan agak membingungkan dengan isinya. Content scales dapat dibedakan dalam empat area topik umum, yaitu Internal Symptomatic Behaviours or Distress (ANX, FRS, OBS, DEP, HEA), External Aggressive Tendencies (ANG, CYN, ASP, TPA), Negative Self-Views (LSE), dan General Problem Areas (SOD, FAM, WRK, TRT). - Skala Supplementary.
Dengan tidak adanya batasan yang jelas pada supplementary scales, kekhususan yang diterapkan pada Supplementary Scales adalah spesialisasi skala dan kegunaan hanya pada konteks khusus. Banyak skala supplementary dikembangkan dengan konteks populasi khusus (kerusakan otak, pelajar-mahasiswa, narapidana, dll) atau situasi (terapi pernikahan, peserta rehabilitas, dll). Skor skala supplementary umumnya adalah A, R, Es, MAC-R, O-H, Do, Re, Mt, GM, GF, PK, PS, MDS, APS, dan AAS. Skala Psychopathology-5 adalah sekumpulan skala baru yang diadopsi mulai tahun 2001.
Subscales
Subscales adalah pemecahan skala Basic, Content, atau
Supplementary ke kelompok yang lebih kecil dan lebih homogen hubungan isinya.
Dengan banyak cara, kelompok critical item adalah cara-cara lain skala content. Kekhususan utama adalah tidak ada data normatif yang mendukung untuk critical item ini, karena tidak ada alat psikometrik yang dikembangkan untuk membuat norma critical item. Akan menjadi overlap dengan tema content scale, akan tetapi pengujian critical item dapat juga penting sebagai informasi tambahan melalui analisa item.
Analisa code-type dasar dari interpretasi tradisional MMPI/MMPI-2. Kita tidak yakin dengan pendekatan ini karena banyak kelemahan, asumsi salah dan lemahnya skala psikometri. Codetype dikembangkan dari skala basic yang menunjukkan skala elevasi (puncak) atau 2 skala tertinggi (two-point), atau tiga skala tertinggi (three-point). Stabilitas dan perbandingan dibutuhkan banyak literatur penguasaan code-type ini.
Skala dipertimbangkan melalui elevasi jika Skor T sesuai atau melebihi titik tertentu. Hampir semuanya skala MMPI-2 titik potong adalah 65. Sementara, ada beberapa skala yang menggunakan titik potong seperti F, Fb dan Fp atau mengadopsi nilai lebih tinggi untuk alasan psikometris seperti VRIN dan TRIN. Titik potong MMPI adalah 70, dan pengguna MMPI-2 harus mengerti ketika membaca literatur MMPI.
Kelebihan dan Kekurangan MMPI/ MMPI-2
Kelebihan
Kelompok Critical Item
Dengan banyak cara, kelompok critical item adalah cara-cara lain skala content. Kekhususan utama adalah tidak ada data normatif yang mendukung untuk critical item ini, karena tidak ada alat psikometrik yang dikembangkan untuk membuat norma critical item. Akan menjadi overlap dengan tema content scale, akan tetapi pengujian critical item dapat juga penting sebagai informasi tambahan melalui analisa item.
Code-type
Analisa code-type dasar dari interpretasi tradisional MMPI/MMPI-2. Kita tidak yakin dengan pendekatan ini karena banyak kelemahan, asumsi salah dan lemahnya skala psikometri. Codetype dikembangkan dari skala basic yang menunjukkan skala elevasi (puncak) atau 2 skala tertinggi (two-point), atau tiga skala tertinggi (three-point). Stabilitas dan perbandingan dibutuhkan banyak literatur penguasaan code-type ini.
Elevation
Skala dipertimbangkan melalui elevasi jika Skor T sesuai atau melebihi titik tertentu. Hampir semuanya skala MMPI-2 titik potong adalah 65. Sementara, ada beberapa skala yang menggunakan titik potong seperti F, Fb dan Fp atau mengadopsi nilai lebih tinggi untuk alasan psikometris seperti VRIN dan TRIN. Titik potong MMPI adalah 70, dan pengguna MMPI-2 harus mengerti ketika membaca literatur MMPI.
Kelebihan dan Kekurangan MMPI/ MMPI-2
Kelebihan
- Psikolog/ Psikiater tidak perlu mengadministrasikan tes.
- Inventori laporan diri.
- Terdapat skala yang secara eksplisit mengevaluasi validitas pelaksanaan tes.
- Versi tes yang secara khusus didesain untuk remaja dan dan dewasa.
Kekurangan
- Isi berorientasi mendalam pada psikopatologi.
- Dibutuhkan kemampuan baca, paling tidak klien/ testee lulus SMP.
- Lembar jawab memusingkan dan cenderung susah digunakan.
- Pilihan hanya ya/ tidak.
- Skala content overlap.
Sekian dulu ya sobat, semoga bermanfaat.
See you and Keep learn!
:)
Sumber:
- Anastasi, A & Urbina, S. (2007). Tes Psikologi, Edisi ke Tujuh (Terjemahan). Jakarta: PT Indeks.
- http://id.wikipedia.org/wiki/Tes_Rorschach.
- http://www.psychologymania.com/2011/08/tes-mmpi-minnesota-multiphasic.html.
- Reed, S. K. (2007). Cognition: Theory And Application 7th ed. USA: Wadsworth, Inc.
- Feist, J & Feist. (2010). Teori Kepribadian, edisi 7, buku 1. Jakarta: Salemba Humanika.
Berikut ini informasi tambahan yang didapat pada pertemuan ke-5:
BalasHapus* Tujuan Psychological Assessment
- Seleksi Vs Permasalahan tertentu.
- Diagnostic --> situasi di lapangan.
- Terapi --> identifikasi masalah & perkembangan perencanaan intervensi.
* Testing Vs Assessment
- Both involve.
- Psychological testing --> administrasi & pengumpulan data.
- Psychological assessment --> klinis & spesiifik.
* Standardisasi Psychological Testing
- Konsistensi --> item, administrasi & kriteria skor.
- Desain meminimalkan perbedaan individual.
* Tipe-tipe Assessment
1. Norm-referenced tests.
2. Interview.
3. Observations.
4. Informal assessment procedures.
5. Non-norm referenced tests.
# Kriteria Psikometri
* Demografi.
* Reliabilitas.
* Validitas.
* Tes Kemampuan Mental
Mental --> terkait dengan kemampuan/ inteligensi, reasoning, & problem solving.
* Intelligence : kemampuan untuk memecahkan masalah, beradaptasi, & belajar dari pengalaman hidup (Santrock).
* Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi inteligensi:
- Genetik 20%.
- Lingkungan 80%.
Pendekatan Psikometri
- Alfred Binet.
- Lewis Termann.
- Wechsler.
- Charles Spearmen.
- William Stern.
Pendekatan kognitif
- Howard Gardner.
- Stenberg.
- Emotional Intelligence.
Tes Inteligensi
1. Alfred Binet
Tes Binet dipublikasikan pertama kali pada tahun 1905 di Paris, Perancis oleh Binet – Simon. Tes Binet yang digunakan di Indonesia adalah revisi ke 3 dari Terman dan merril pada tahun 1960, yaitu Stanford Binet Intellegence Scale Form L-M. Hasil tes berupa IQ yang dapat dilihat pd tabel IQ atau dengan melihat perbandingan antara MA & CA.
2. Wechsler
Pertama kali menyusun tes inteligensi “Wechsler Bellevue Intelligence Scale Test” (W-B) dlm bentuk paralel I & II dipublikasikan tahun 1939. W-B I direvisi menjd Wechsler Adult Intelligence Scale (WAIS) tahun 1955. Tes ini disusun untuk anak umur 8-15 tahun (Wechsler Intelligence Scale For Children/ WISC) yang merupakan revisi W-B II. Akhirnya diterbitkan revisinya yaitu WISC-R pada tahun 1974. 1963, dipublikasikan Wechsler Preschool and Primary Scale of Intelligence (WPPSI) utk anak usia 4 – 6 ½ tahun .
3. Charles Spearman
Spearman mengemukakan ada dua faktor dalam mengukur inteligensi:
- G faktor : kapasitas umum.
- S faktor : kapasitas khusus (spesiifik).
Pada g faktor kapasitas yang dimiliki lebih luas dibandingkan s faktor. Kapasitas s faktor lebih sempit dan merupakan bagian dari g faktor.
4. William Stern
IQ score = Mental age divided by chronological age --> Multiplied by 100.
5. Thurstone
- Prinsip kristalisasi.
- Long-term pada g faktor.
6. Tes CFIT
Tes ini disusun oleh R.B Cattel dan A.K.S Cattel dari Institute for Personality and Ability Testing. Total waktu yg dibutuhkan kurang lebih 12, 5 menit dan aspek yg diukur yaitu kemampuan mental umum/ kecerdasan (faktor G).
Informasi lain:
* Untuk tes pada individu abnormal seperti gangguan psikologis/ autis menggunakan tes yang sama seperti individu normal. Akan tetapi, perlakuan yang berbeda hanya terletak pada norma dalam melakukan tes.
* Personality tidak termasuk ke dalam tes mental, melainkan termasuk ke dalam behavioral (attitude).
Selalu berbagi dan semangaaat dalam belajar!
Keep learn!