Psikodiagnostik 1 # 2
Psikodiagnostik dan Psikologi Diferensial
Hai teman-teman, pada postingan kali ini saya ingin berbagi pengetahuan dan wawasan kepada teman-teman sekalian tentang Psikodiagnostik dan Psikologi Diferensial.
Selamat membaca ya sobat :)
Nah, saya akan mengawali postingan kali ini dengan membahas tentang Psikodiagnostik.
Psikodiagnostik
Sejarah Singkat Psikodiagnostik
Sejarah Singkat Psikodiagnostik
James McKeen Cattell, Psikolog Amerika menduduki tempat terpenting dalam perkembangan tes psikologis. Dalam artikel yang ditulis Cattell pada tahun 1890, istilah "tes mental" digunakan untuk pertama kalinya dalam literatur psikologi. Artikel tersebut juga memaparkan rangkaian tes yang diselenggarakan tiap tahun bagi para mahasiswa dalam upaya menentukan tingkat intelektual. Sejarah lainnya berasal dari Psikolog yang bernama Wilhelm Wundt yang mengemukakan bahwa cara berfikir setiap individu itu berbeda-beda. Wilhelm Wundt melakukan eksperimen di laboratorium dengan mengukur performa individu tersebut. Selain itu, Binet dan Simon menemukan tes kecerdasan modern pertama. Masih banyak lagi yah teman-teman sejarah yang memiliki peran yang cukup besar bagi perkembangan ilmu psikodiagnostik itu sendiri.
Apa itu Psikodiagnostik?
Pengertian Psikodiagnostik
Istilah Psikodiagnostik
pertama kali digunakan oleh Hermann Rorschach dalam buku terbitannya tahun 1921. Buku
ini membahas tentang hasil eksperimennya sebagai metode psikodiagnostika --> Tes
Rorschach.
Metode
Rorschach, timbul dari kebutuhan klinis dan dikembangkan untuk memenuhi
kebutuhan klinis (menemukan kelainan psikis pada penderita penyakit jiwa).
Psikodiagnostik berasal dari dua kata yaitu "Psikologi" dan "Diagnosa". Psikologi adalah ilmu yang mempelajari
tentang jiwa melalui perilaku manusia yang terlihat dari interaksi manusia
dengan lingkungan. Perilaku tersebut dapat menetap pada diri manusia dikarenakan
adanya proses belajar. Sedangkan arti dari diagnosa yaitu dalam ilmu Kedokteran adalah kemungkinan/ kepastian suatu penyakit. Dalam ilmu Psikologi berkaitan dengan aspek kejiwaan (penggambaran kondisi subjek yang diperiksa).
Jadi, Psikodiagnostik adalah alat bantu utama untuk memahami dan mengukur konsep tentang tingkah laku manusia.
Kegunaan Psikodiagnostik Dalam Ilmu Psikologi
Salah satu kegunaannya adalah sebagai deskripsi kepribadian --> Memahami individu dengan lebih baik dan memberikan perlakuan yang sesuai.
Hasil Yang Diinginkan Dari Diagnosis
Hasil diagnosis yang diinginkan adalah:
Hasil Yang Diinginkan Dari Diagnosis
Hasil diagnosis yang diinginkan adalah:
- Discribe : menggambarkan suatu masalah.
- Explain : menjelaskan suatu masalah, sebab-sebabnya.
- Predict : memprediksi.
- Control : mengarahkan.
Metode Psikodiagnostik
- Observasi
- Wawancara
- Tes Psikologi
- Analisa Dokumen (Riwayat Hidup)
Psikologi Diferensial
Apa itu Psikologi Diferensial?
Pengertian Psikologi Diferensial
Psikologi Diferensial adalah ilmu yang mempelajari tentang perbedaan didalam fungsi psikologi individu. Dalam Psikologi Diferensial mempelajari keadaan "psyche" dari kepribadian, bangsa dan tipe (Stern).
Menurut Stern terdapat 3 struktur psikis pada setiap individu, yaitu:
- Gejala --> segala sesuatu yang dialami atau ditangkap secara langsung, sesaat tidak mempunyai tujuan.
- Act --> serangkaian gejala yang mempunyai suatu tujuan, berlangsung dalam suatu kurun waktu tertentu.
- Disposisi --> menetap secara konsisten, kausalitas dari
akt dan gejala.
- Penelitian variasi --> suatu penelitian dari satu sifat pada sejumlah individu (perbedaan).
- Penelitian korelasi --> penelitian dari dua sifat pada sejumlah individu (melihat hubungan satu dengan yang lain).
- Psikografi --> uraian satu individu terhadap sifat-sifatnya.
- Penelitian komparasi --> penelitian dua individu
atau lebih (perbandingan).
Sumber :
- Anastasi, A & Urbina, S (2007). Tes Psikologi, Edisi ke Tujuh (Terjemahan). Jakarta: PT Indeks.
- Perkulihan pertemuan 1 pada tanggal 5 Maret 2014
Pada perkuliahan pertemuan kedua tgl 12 Maret 2014, memberikan banyak masukan pada postingan blog yang sebelumnyah dengan bahasan topik yang sama. Ini beberapa masukan yang dapat menambah wawasan dan kekurangan pada postingan sebelumnya, yaitu:
BalasHapusPsikodiagnostik berfokus pada manusia. Manusia memiliki komponen-komponen penting yang dapat mempengaruhi perilaku individu tersebut diantaranya kognitif, afektif, behavior, dan fisik.
Pada komponen kognitif membahas tentang pola berpikir manusia yang dibantu oleh persepsi, sensasi, dan memori. Pada komponen afektif membahas tentang perasaan yang dipengaruhi oleh adanya sensasi yang telah diproses pada komponen kognitif. Sedangkan pada komponen behavior membahas tentang perilaku individu itu sendiri yang merupakan hasil dari proses komponen kognitif dan afektif.
Komponen fisik juga sangat penting dalam menentukan perilaku manusia. Mengapa?
Karena komponen fisik berkaitan dengan sistem memori/ kognitif yaitu alat-alat indera dan otak manusia. Informasi yang didapat oleh manusia yang berasal dari stimulus eksternal ditangkap oleh alat-alat indera. Setelah itu semua informasi tersebut berpusat pada otak manusia. Sum-sum tulang belakang dan sistem saraf tepi bekerja sama dalam pemrosesan informasi pada otak. Dengan begitu, manusia dapat bertindak/ berperilaku dengan adanya perintah dari otak. Oleh karena itu, fisik merupakan komponen penting terhadap perilaku manusia (individu).
Apa saja yang Anda ketahui tentang manusia?
Menurut teori humanistik dari Abraham Maslow, manusia adalah makhluk yang memiliki kebutuhan-kebutuhan yang harus terpenuhi demi kelangsungan hidup dan mencapai tujuan. Jika kebutuhan-kebutuhan tersebut tidak terpenuhi dengan baik, manusia tersebut akan pesimis, rendah diri, dan merasa terancam dalam hidupnya. Adapun macam-macam kebutuhan tersebut adalah kebutuhan fisiologis, kenutuhan rasa aman, kebutuhan rasa cinta, kebutuhan harga diri, dan kebutuhan aktualisasi diri.
Menurut tokoh aliran behaviorisme yaitu B. F. Skinner, kepribadian adalah kumpulan pola-pola perilaku manusia. Manusia cenderung berperilaku karena adanya reinforcement ataupun punishment yang diberikan dari faktor eksternal. Jika individu tersebut diberikan reinforcement, individu tersebut akan meningkatkan perilakunya. Sedangkan jika individu tersebut diberikan punishment, individu tersebut akan melemahkan perilakunya.
Menurut teori belajar sosial dari Albert Bandura, manusia berperilaku melalui interaksi dengan lingkungan. Proses belajar terseburt didapatkan melalui observational learning (pengamatan) dan imitasi (peniruan).
Menurut teori psikodinamika dari Freud, manusia berperilaku karena adanya dorongan-dorongan dari alam bawah sadar. Dorongan-dorongan tersebut dapat dikendalikan oleh struktur kepribadian yaitu id, ego, dan super ego
Menurut Psikologi kognitif, manusia berperilaku karena adanya mental imagery. Mental imagery merupakan suatu representasi situasi lingkungan dalam kognisi atau pikiran seseorang. Representasi mental tersebut erat hubungannya dengan pembentukan pengalaman dalam pikiran pada proses gambaran mental.
Penggambaran mental (mental imagery) terbagi menjadi 2 yaitu:
1. Visual berupa penglihatan oleh mata.
2. Auditori berupa pendengaran oleh telinga.
Semoga bermanfaat yaah teman-temaaan ..
Salam Sobaaaat!
Keep learn :)
Sumber:
- Perkuliahan pertemuan kedua, 12 Maret 2014
- Buku Aliran-aliran Psikologi dan Tokoh-tokoh Psikologi, Sarlito W. Sarwono
- Buku Psikologi kognitif, Solso