Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2017

Refleksi Diri Melalui Kacamata Filsafat

Refleksi Pertemuan Kedelapan Bismillaahirrahmaanirraahiim Berikut refleksi perkuliahan Filsafat Ilmu yang dilaksanakan pada hari Rabu, 15 November 2017 pukul 11:10 di gedung Pascasarjana Baru lantai 6. Berdoa adalah salah satu kegiatan yang selalu dilakukan sebelum perkuliahan dimulai. Kemudian, tes jawab singkat dilakukan sebagai bentuk dari apersepsi yang bertujuan untuk pendahuluan pengetahuan. Pembahasan pada pertemuan ini terkait dengan dimensi dan struktur pada wadah dan isi. Ruang lingkupnya meliputi material, angka, normatif, formal, tindakan, pikiran, kesadaran, yang beda, yang sama, penglihatan, pendengaran, bilangan, dan pengada.   Jika diperumpamakan seperti seseorang yang ingin bepergian jauh namun tidak mempersiapkan bekal dalam perjalanannya. Ia hanya bermodalkan keberaniannya saja dan tidak mengira jikalau ia akan tersesat. Bahkan saat diterjang hujan badai sekalipun. Apakah ini dapat dikatakan seseorang telah mengalami persepsi yang salah? Dalam filsaf...

Mengenal Sudut Pandang Para Filsuf serta Struktur dan Dimensi Kehidupan

Refleksi Pertemuan Ketujuh Bismillahirrahmaanirraahiim Pertemuan perkuliahan Filsafat Ilmu yang dilaksanakan pada hari Rabu, 8 November 2017 dimulai dengan berdoa menurut keyakinan masing-masing. Setelah itu, seperti biasa diadakan tes jawab singkat dengan topik seputar mencari tokoh. Berikut tokoh-tokoh yang memiliki andil dalam memberikan buah pemikiran atau teori dalam ilmu filsafat, antara lain tokohnya kosong adalah Charter, tokohnya wadah dan isi adalah Plato, tokohnya tanah (material) adalah Karl Max, tokohnya mencoba adalah David Hume, tokohnya fiksi dan ragu-ragu adalah Rene Descartes, tokohnya bertanya dan menjawab adalah Socrates, tokohnya peduli (fenomenologi) dan memilih adalah Husserl, tokohnya transenden, kontradiksi dan nomena adalah Immanuel Kant, tokohnya saklek (apodiktik) adalah Aristoteles, tokohnya salah adalah Lakatos, tokohnya eksistensial adalah Nietzsche, tokohnya formal adalah Hilbert, tokohnya sejarah adalah Hegel, dan terakhir tokohnya permainan b...

Metafisik, Ontologi dan Epistemologi

Refleksi Pertemuan Keenam Bismillaahirrahmaanirrahiim Pertemuan kelas Filsafat Ilmu pada hari Rabu, 1 November 2017 dimulai dengan tes jawab singkat. Saya memperoleh nilai nol kembali. Ternyata begitu tingginya ego yang masih tertanam. Saya semakin sadar bahwa meruntuhkan ego membutuhkan proses yang terus berkelanjutan dan tidak terjadi secara spontan. Saya juga menyadari usaha untuk mempertahankan tidaklah semudah saat berupaya untuk meraihnya. Pembahasan minggu lalu terkait dengan metafisik, ontolog i dan epistemolog i . Metafisika mencakup se mua yang ada dan yang mungkin ada. Metafisik dapat pula dikatakan sebagai bayangannya. Salah satu metode berpikir filsafat dengan menggunakan metafisika. Manusia dilatih untuk melihat apa yang ada disebaliknya. Namun, manusia tidak dapat memandang secara sempurna terhadap suatu hal. Hal ini dikarenakan m anusia hidup dipenuhi dengan infinite regress . Infinite regress diartikan bahwa manusia hidup dengan toleransi atau ...

Forum Tanya Jawab Seputar Filsafat

Refleksi Pertemuan Kelima Bismillaahirrahmaanirrahiim Pertemuan perkuliahan Filsafat Ilmu  minggu  lalu tepatnya pada hari Rabu, 25 Oktober 2017 diawali dengan doa menurut keyakinan masing-masing. Kemudian diadakan tes jawab singkat. Perlahan-lahan diri ini mencoba untuk melepas dan meluruhkan jubah kesombongan yang sudah sepatutnya untuk dihilangkan. Saya memperoleh empat point, namun masih banyak point yang harus dikejar. Ini tentunya diupayakan dengan terus membaca dari referensi yang sudah disediakan. Selanjutnya, diadakan sesi tanya jawab. Pertanyaan Pertama dari Pak Johar, Mahasiswa Bimbingan Prof. Marsigit Kenapa kita harus mengada bukannya kita harus bersyukur? Jawaban Prof. Marsigit: Hal ini dikarenakan mengada adalah hakekat hidup. Kalau hanya ada saja berarti belum tentu hidup. Kemudian, produk dari pada mengada adalah pengada. Manusia setiap saat menjadi pengada segala sesuatu. Jadi, dapat disimpulkan bahwa hakekat hidup terdiri dari ada, mengada d...