Psikologi Kognitif
REVIEW 1
PSIKOLOGI
KOGNITIF
Pada pertemuan
minggu lalu, pembahasan tentang psikologi kognitif meliputi ruang lingkup
psikologi kognitif, dan cabang-cabang psikologi yang berkaitan dengan kognisi.
Kognisi dipengaruhi oleh faktor bawaan (nature) dan lingkungan (nurture).
Faktor lingkungan memiliki pengaruh lebih besar dibandingkan faktor bawaan.
Sebesar 80% faktor lingkungan dan 20% faktor bawaan. Psikologi kognitif itu
sendiri merupakan cabang ilmu psikologi yang membicarakan tentang bagaimana
informasi tersebut direpresentasikan ke dalam otak sehingga dapat dijadikan
pengetahuan yang mampu mengarahkan perhatian dan tingkah laku kita. Dengan kata
lain, bahwa perilaku diciptakan oleh pemikiran kita sendiri.
Ruang lingkup
psikologi kognitif adalah:
- Persepsi
- Sensasi
- Atensi
- memori
- Gambaran mental
- Bahasa
- Pemecahan masalah, dan
- Kreativitas
Aliran-aliran dalam cabang psikologi yang berhubungan
dengan psikologi kognitif adalah:
- Psikoanalisa
- Behaviorisme
- Humanistik
Psikoanalisa
Sigmund Freud
merupakan salah seorang tokoh aliran psikoanalisa dari teori kepribadian yang
mengatakan bahwa jiwa terdiri dari tiga sistem yaitu: id, superego, dan ego.
Id adalah struktur yang paling mendasar dari kepribadian dan bekerja untuk
prinsip kesenangan yang pemenuhan kebutuhannya harus disegerakan. Superego
berkembang dari ego saat manusia mengerti nilai baik, buruk, dan moral.
Sedangkan ego berfungsi untuk menyelaraskan Id terhadap lingkungan sekitarnya.
Pada psikoanalisis manusia dianggap sebagai makhluk yang pesimistik dan penuh
masalah.
Behaviorisme
Behaviorisme
mempelajari perilaku yang terlihat dan terkait proses conditioning dan
belajar. Abnormal dalam behaviorisme disebabkan adanya kesalahan dalam proses
belajar. Dalam aliran ini menganggap manusia sebagai robot.
Humanistik
Abraham H.
Maslow adalah salah satu tokoh dalam aliran psikologi humanistik yang memiliki teori
hierarki kebutuhan. Kebutuhan-kebutuhan tersebut mencakup kebutuhan dasar,
kebutuhan rasa aman, kebutuhan untuk dimiliki dan dicintai, kebutuhan akan
harga diri, dan yang tertinggi yaitu aktualisasi diri. Dari teori
kebutuhan tersebut, manusia mampu mencapai aktualisasi diri ketika semua
kebutuhannya sudah terpenuhi dengan baik.
Semoga ulasan
singkat ini mampu memberikan manfaat dan menambah pengetahuan bagi kita semua
terutama bagi diri saya sendiri. Selamat membaca...!!!
Sekian dan terima
kasih...
Wassalam
:)
Sumber:
- Buku Berkenalan Dengan Aliran-Aliran dan Tokoh-Tokoh Psikologi, Sarlito W. Sarwono
- Perkuliahan Pertama Setelah UTS
semangat Pagi Uswa...terima aksih ya sudah berbagi, sangat bermanfaat bagi sahabat yang ingin kenal psikologi lebih dalam lagi...ditunggu posting berikutnya ya....salam SOBAT !
BalasHapus